Mubaligh Keturunan Ini Curhat Pernah Jadi Korban Prasangka

94
Pasang Iklan Murah
Burhan Hasan. (Anshori/PWMU.CO)

PWMU.CO – Memaksakan bakat anak tidaklah cocok pada zaman sekarang. Biarlah anak itu memilih jurusan pendidikannya sesuai dengan bakatnya.

Inilah salah satu pesan yang disampaikan oleh Drs H Burhan Hasan alias Xie Xin Khe pada ceramah agama dalam rangka Wisuda Purna Siswa Perguruan Muhammadiyah Banyutengah, Panceng, Gresik, Sabtu (22/6/19) malam.

iklan

Dalam ceramahnya, pendiri sekaligus pengurus Masjid Cheng Ho Surabaya menambahkan, “Semakin anak itu dipaksa melanjutkan pendidikannya pada jurusan yang tidak sesuai dengan bakat serta minatnya, maka anak akan berontak dan menjadi ganjalan bagi keberhasilannya.”

Menurutnya, seorang anak yang tidak berbakat di bidang agama, jangan dipaksa belajar di lingkungan pondok pesantren. “Jangan karena ambisi orangtua untuk memiliki anak yang fasih mengaji terus memaksa buah hati yang bukan bakat minatnya. Berbeda bagi anak yang memang sejak awal berbakat di keagamaan, mereka akan nyaman belajar di lingkungan tersebut,” ujarnya.

Burhan Hasan juga berpesan agar para hadirin tidak mudah berprasangka jelek pada orang yang belum begitu dikenal, sebagaimana yang dialaminya.

“Pada awal banyak orang yang menyangka kalau dirinya bukan seorang Muslim. Karena melihat tampilan fisik serta logat bicara saya,” ungkapnya menyampaikan isi hatinya.

Alumni Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo ini menceritakan, wajah dan logat bicaranya memang menunjukkan dia keturunan Cina, sehingga banyak orang berprasangka demikian.

Dengan mengutip ayat Alquran di berpesan, “Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena bisa jadi yang diolok-olok itu lebih baik dari yang mengolok-olok.” (Anshori)