Spemdalas Beri Penghargaan pada Dua Siswa Peraih Nilai Sempurna

85
Pasang Iklan Murah
Amelia Safira Putri V (dua dari kanan) dan Nisrina Fadhila Firmansyah (tiga dari kiri) saat menerima penghargaan. (Anis Shofatun/PWMU.CO)

PWMU.CO – SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) memberikan penghargaan kepada dua siswa peraih nilai sempurna di UNBK 2019. Penghargaan ini diberikan pada acara Wisuda XVI yang diselenggarakan di Convention Hall Gedung Graha Sarana PT Petrokimia, Gresik, Selasa (25/6/19).

Dua siswa itu adalah, pertama, Amelia Safira Putri Vaturrachma yang menerima penghargaan sebagai peraih nilai sempurna mata pelajaran Matematika. Putri dari Rustiawan Guntur Wijayanto dan Eva Lestari ini selain memperoleh nilai 100 Matematika, juga peroleh penghargaan sebagai peraih nilai terbaik kedua UNBK 2019 di Kabupaten Gresik dengan total nilai 395,50.

iklan

Siswa yang memiliki hobi membikin handycraf ini merasa tegang saat dirinya diminta naik ke atas panggung bersama orangtuanya. Namun, dia juga bersyukur karena bisa memberikan hadiah terbaiknya di acara wisuda ini. “Alhamdulillah, bisa membuat ibu senang. Tetap saja grogi walau sudah tahu pasti naik ke panggung,” ujarnya.

Siswa kedua adalah Nisrina Fadhilah Firmansyah, peraih nilai sempurna Bahasa Inggris. Untuk memperoleh nilai 100, Dhila yang merupakan salah satu dari delapan siswa peraih nilai sempurna Bahasa Inggris di Kabupaten Gresik mempersiapkannya UNBK dengan penuh kegembiraan dengan belajar tanpa beban. “Yang terpenting semangat belajar dengan enjoy tanpa membebani diri sendiri,” ujarnya.

Siswa kelahiran Surabaya, 25 Desember 2003 ini memiliki menyukai bahasa Inggris sejak kelas III SD. Menurutnya, dengan menguasai bahasa Inggris maka dapat menguasai ilmu pengetahuan lebih luas. “Dengan bahasa Inggris, saya dapat memperluas banyak ilmu,” ujarnya.

Siswa yang bercita-cita menjadi animator ini memiliki cara tersendiri dalam meningkatkan passion bahasa Inggris-nya. Dhila, panggilan akrabnya, biasanya mendengarkan dan menonton video berbahasa Inggris tanpa terjemahan. Dia mengatakan, dengan cara seperti itu, secara terpaksa dia akan berupaya memahami dan memperkaya perbendaharaan kata.

Dengan kemampuan bahas Inggris, Dhika bisa mengembangkan hobi menggambar kartun Jepang melalui anime. Dia bisa berinteraksi secara luas dengan teman-temannya di dunia maya melalui akun Instagram. Teman-temannya terdiri dari remaja dan mahasiswa dari beberapa negara seperti Rusia, Islandia, Inggris, dan negara Eropa lainnya.

Sahabatnya yang meluas di beberapa penjuru dunia itu semakin mengasah keterampilan berbahasa Inggris-nya. “Seringnya sih kita sharing tentang karya anime sama mereka, karena hobi kita sama,” katanya. (Anis Shofatun)