Jumlah Perceraian Meningkat, Ini yang Harus Dilakukan

133
Pasang Iklan Murah
Pemateri, peserta, dan pimpinan prodi berfoto bersama seusai diskusi. (Afrizky/PWMU.CO)

PWMU.CO – Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) menggelar diskusi bertema “Arah Pembangunan Keluarga Indonesia”, di Kampus Sutorejo Surabaya, Kamis (27/6/19)

Diskusi yang diikuti 30 mahasiswa dari berbagai semester berbeda ini dilaksanakan untuk menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2019.

Sebagai nara sumber adalah Fasilitator Bimbingan Perkawinan Pranikah Kemenag Surabaya Nur Laila. Dia memaparkan pentingnya menyiapkan dengan matang berbagai hal sebelum memastikan diri melangkah pada jenjang pernikahan.

Anggota Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya yang akrab dipanggil Bu Ila itu mengatakan, “Fungsi-fungsi yang terdiri dari fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan pelestarian lingkungan harus dipahami secara mendalam oleh pasangan yang akan menikah.”

iklan

Selain aspek pemahaman terhadap teori-teori keluarga, sambungnya, bimbingan perkawinan juga memberikan metode lain seperti simulasi, wawancara, bermain peran, dan sebagainya. “Ini penting untuk mensimulasikan konflik yang mungkin terjadi dalam keluarga dan penanganannya,” ujarnya.

Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam UMSurabaya Gandhung Fajar Panjalu memaparkan data peningkatan angka perceraian dan perkawinan anak di Pengadilan Agama (PA) Surabaya. Menurutnya, sangat tepat jika pada peringatan Harganas 2019 ini, pemerintah fokus pada persoalan perceraian dan perkawinan anak.

“Pasalnya, di PA Surabaya selalu terjadi peningkatan jumlah putusan terkait dua hal tersebut,” terangnya. Menurutnya, terdapat peningkatan putusan perceraian sebanyak 11,5 persen pada tahun 2018. Sementara itu, terdapat kenaikan hingga 26 persen putusan terkait dispensasi nikah, yang mengindikasikan adanya perkawinan anak.

Agenda diskusi tersebut ditutup dengan penyerahan buku Fondasi Keluarga Sakinah sebagai materi pegangan calon pengantin. Kegiatan diakhiri dengan pernyataan bersama untuk turut serta meningkatkan kualitas keluarga Indonesia. (Afrizky Fajar Purnawan)