Di SDMM, Guru pun Dapat Rapor, Ini yang Dinilai

549
Pasang Iklan Murah
Hon Jaelani (tengah) saat memberikan prakata dalam acara Motivation and Self Development. Didampingi Kepala SDMM Ahmad Faizun dan Koordinator Kurikulum SDMM (Vita/PWMU.CO)

PWMU.CO – SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik memberikan rapor kinerja di akhir tahun pelajaran kepada setiap guru dan karyawannya. Pembagian rapor ini masuk dalam rangkaian acara terakhir kegiatan ‘Motivation and Self Development’ yang digelar di Aula SDMM, Rabu (26/6/19).

Penanggung jawab Quality Assurance (QA, Jaminan Kualitas) M Fadloli Aziz mengatakan, idealnya tiap guru dan karyawan mendapatkan raport kinerja berupa Penilaian Kinerja Pegawai (PKP) tiap tahunnya. “Namun selama ini memang diberikan saat karyawan atau guru ingin naik status dan golongan saja. Maka pada tahun pelajaran ini akan diterapkan setiap tahun,” ujarnya.

Hal ini, kata Aziz, sebagai bentuk dari pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di SDMM. Ia berharap dengan adanya evaluasi tahunan ini bisa mempertahankan hal baik yang sudah dilakukan dan meningkatkan apa-apa yang masih perlu ditingkatkan.

“Ini sesuai dengan arahan Majelis Dikdasmen Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Perumahan Pongangan Indah (PPI) dengan SK dari Kepala SDMM membentuk tim yang disebut dengan Quality Assurance pada tahun pelajaran 2018-2019,” terangnya.

iklan

Ia menjelaskan, salah satu tugas tim QA ini adalah merumuskan dan menetapkan jaminan mutu pendidikan atau sekolah. “Tentunya ada perencanaan, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan standar mutu pendidikan di SDMM,” paparnya.

Lulusan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang ini menambahkan, tugas lain dari QA adalah melaksanakan pemetaan mutu guru dan siswa. “Salah satu bentuk pemetaan mutu guru di SDMM adalah adanya uji kompetensi guru (UKG) internal,” kata dia.

Selain hasil UKG, lanjutnya, rapor yang dibagikan ke semua guru dan karyawan meliputi hasil angket penilaian kepuasan layanan pendidikan dari wali murid, target hafalan Alquran, hasil supervise kebersihan dan kerapian ruang kerja, prosentasi kehadiran atau absensi, kedisiplinan, dan kontrol kegiatan pendampingan pembiasaan siswa atau budaya sekolah.

“Dengan adanya QA maka tidak hanya siswa yang akan mendapatkan rapor tahunan, tapi guru dan karyawan juga akan mendapatkan rapor evaluasi kinerja,” tegasnya.

Ketua Dikdasmen PRM PPI Ir H Hon Djaelani menyambut positif kegiatan yang baru terlaksana tahun pelajaran 2018-2019 ini. “Diharapkan para guru dan pegawai SDMM dapat mengambil nilai-nilai positif dari hasil rapotan ini. Karena baru tahun ini diadakan, maka wajar bila mungkin ada yang kurang dengan sistem penilaiannya. Insyaallah indikator-indikator dalam penilaian sudah kuantitatif sehingga hasilnya lebih objektif,” ujarnya meyakinkan. (ZAW)