Diklat Wali Kelas SD Mugeb dengan Permainan Sarat Makna

123
Pasang Iklan Murah
Salah satu kelompok diklat menyanyikan yel-yel (Mar’atus/PWMU.CO)

PWMU.CO – Diklat Wali Kelas yang diikuti 30 wali kelas SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb), Kamis (4/7/19), di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik berlangsung seru dan menyenangkan.

Bagaimana tidak, para guru diajak berpraktik menghidupkan suasana kelas melalui ice breaking menarik dalam diklat yang diselenggarakan Sinergi Tim Human Resources Development (HRD) dan Sinergi Kesiswaan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB.

iklan

Dipandu oleh Irma Sonya Suryana SKom Waka Kesiswaan SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik, diklat dibuka dengan mengintruksikan para guru membentuk lingkaran. Mereka diminta untuk memperkenalkan diri dengan dua gerakan yang harus berbeda dengan gerakan rekannya.

Canda tawa pun pecah saat setiap guru menunjukkan gerakan-gerakan yang kreatif dan unik ketika memperkenalkan diri. “Ini salah satu cara yang bisa Ustadz dan Ustadzah lakukan saat pertama kali masuk kelas. Jadi anak-anak bisa mengenal temannya sekaligus menumbuhkan kreativitas,” papar Sonya.

Selanjutnya Sonya meminta peserta diklat untuk menirukan suara hewan dan kemudian membentuk kelompok sesuai dengan suara yang ditirukan.

Irma Sonya Suryana saat menyampaikan materi (Mar’atus/PWMU.CO)

Kegiatan semakin seru saat menyanyikan yel-yel dan bermain challenge. Setiap kelompok diminta untuk maju dan merentangkan kain batik yang di atasnya terdapat 15 buah bola plastik. Tantangannya: bola tersebut harus dilambungkan hingga menyentuh atap dan harus ditangkap kembali menggunakan kain batik yang setiap ujungnya dipegang oleh anggota kelompok.

“Permainan tadi sama halnya dengan memanajemen kelas. Ibaratkan atap itu adalah target kita. Untuk mencapai target prestasi siswa, kita tidak boleh asal. Dibutuhkan strategi yang matang dan kekompakan semua pihak. Tanpa adanya kedua hal tersebut target kita tidak akan tercapai,” ujar Sonya.

Penyampaian materi yang tidak monoton membuat para guru senang mengikuti diklat ini. “Menarik ya cara penyampaian materinya, jadi kita bisa merasakan sendiri, tidak hanya duduk dan mendengarkan saja. Nantinya ilmu baru yang kami dapat ini akan kami terapkan di kelas,” ujar Riska Sri Wulandari SS, wali kelas 3D. (Mar’atus)