Di Rakornas MPS, Haedar Nashir Jelaskan Enam Sifat Gerakan Muhammadiyah

176
Pasang Iklan Murah
Haidar Nashir memberikan penguatan kepada peserta rakonas.. (Sunarsih/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi memberikan motivasi kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pelayanan Sosial (MPS) dan Aumsos 2019 agar tetap istiqamah berjuang di Muhammadiyah, Kamis (4/7/19).

Acara yang digelar di Hotel Horison Nindya Semarang Jawa Tengah, 3-6 Juli 2019 ini dihadiri 250 peserta dari MPS Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia, panti asuhan, dan perguruan tinggi yang memiliki Prodi Kesejahteraan Sosial.

iklan

“Yakinlah berjuang di Muhammadiyah sebagai salah satu amalan yang bisa kita petik di Hari Akhir. Oleh karenanya, kenali sifat yang sekaligus menjadi fungsi gerakan Muhammadiyah,” kata Haedar.

Adapun, sambungnya, sifat dan fungsi gerakan Muhammadiyah antara lain pertama, irfani atau spiritualitas. “Bahwa apapun yang kita lakukan hendaklan karena Allah SWT dan didasari nilai-nilai ajaran agama. Dan bahwa perbuatan yang bernilai ukhrawi insyaallah akan mendapat ajran yang kita petik di Yaumil Akhir. Maka bekerjalah di lorong (gerakan) sepi tanpa di-publish karena itu yang lebih otentik,” ungkapnya.

Kedua, filantropi. Haedar mengatakan, teologi Almaun mengajarkan kita untuk beramal praksis yaitu amal yang memiliki nilai guna. “Fungsi filantropi—kasih sayang terhadap sesama—meruntuhkan konsep Charles Darwin yang mengatakan siapa yang kuat dia yang menang,” jelasnya.

Ketiga tahriri atau pembebasan. Menutut Haedar, semua program di persyarikatan ataupun AUM (amal usaha Muhammadiyah) hendaknya menjadi tanwir atau pencerahan dan pemberdayaan bagi umat.

Keempat, tarbiyah. “Gerakan kita haruslah bisa mengedukasi. Dalam konteks panti asuhan, didiklah anak-anak agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Ajari kesopanan namun jangan rendah diri,” ujarnya.

Kelima, transformasi. Haedar menegaskan, AUM hendaknya menjadi lembaga transformasi. “Dalam konteks panti, hendaknya bisa menyiapkan anak asuh yang pasca menjadi pribadi yang mandiri terutama setelah lepas dari panti,” urainya.

Keenam, revitalisasi. “Dalam istilah lain disebut isihlah yaitu memperbaiki kualitas. “Kunci memperbaiki kualitas ada di tangan para pimpinan. “Maka bagi pimpinan mari perbaiki niat, cara berfikir, dan perbaiki program.”

Di akhir pidatonya Haedar menyampaikan pesan soal komunikasi di era digital. “Mari kita bangun keadaban digital. Jadikan medsos sebagai sarana silaturahim dan dakwah. Maka kurangi aksi-aksi di medsos yang kurang arif yang tidak menunjukkan nilai-nilai spiritual kita,” pesannya. (Sunarsih)