SMK pun Belajar Kualitas Layanan ke SDMM

204
Pasang Iklan Murah
Diskusi kepuasan layanan pendidikan di SDMM. (RPS/PWMU.CO)

PWMU.CO – SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura Bawean berkunjung ke SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jumat (5/7/19). Kedatangan 10 guru didampingi Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sangkapura H Shihabudin ini disambut hangat para pimpinan SDMM dan Ketua Majelis Dikdasmen Pimpunan Ranting Muhammadiyah Pongangan Indah Ir H Hon Djaelani. Hadir pula Anggota Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Choiruz Zimam dan Mohammad Nurfatoni.

Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura Rahman Hakim SEI mengatakan, kunjungannya ini ingin mengetahui layanan pendidikan di SDMM. “Kami ingin menjadi sekolah yang unggul dan melayani. Kami lihat SDMM cukup bagus dalam hal keunggulan dan pelayanan,” ujarnya.

iklan

Merespon hal tersebut, Kepala SDMM Ahmad Faizun menjelaskan profil sekolah serta program-program unggulannya. “Jangan melihat kondisi SDMM yang sekarang, tapi lihatlah proses bagaimana SDMM menjadi seperti saat ini,” tuturnya usai bercerita kilas balik sekolah yang berlokasi di Jalan Amuntai 01 GKB Gresik itu.

Dalam pertemuan itu, Koordinator Humas Ria Pusvita Sari menjelaskan kualitas layanan pendidikan di SDMM. Ia mengatakan, dari hasil angket ke wali murid tahun pelajaran 2018/2019, persentase kepuasan tertinggi (98 persen) ada pada aspek guru mengajar dan mendidik dengan cinta kasih serta ramah. “Disusul security sekolah melayani tamu dengan baik dan ramah sebanyak 97 persen,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, cara penyampaian informasi kepada wali siswa sudah dilakukan guru dengan baik dan ramah, terbukti dengan persentase kepuasan sebesar 96 persen. “Persentase yang sama juga diperoleh pada aspek pimpinan sekolah melayani dengan baik dan ramah serta siswa mendapat pelayanan peminjaman dan pengembalian buku perpustakaan dengan mudah,” paparnya.

Vita—sapaan Ria Pusvita Sari—juga menjelaskan 22 aspek lain dengan beberapa evaluasi kelebihan dan kekurangannya. “Dari semua aspek layanan kualitas pendidikan tadi, ternyata guru itu seperti artis ya. Tiap gerak geriknya, tutur katanya, itu selalu diperhatikan. Dan itu mempengaruhi kualitas layanan pendidikan kita,” kata dia.

Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura Rahman Hakim (tengah) menyampaikan sambutan. (RPS/PWMU.CO)

Perempuan kelahiran Gresik, 31 Desember 1984 itu kemudian menampilkan beberapa kesaksian kepuasan layanan pendidikan di SDMM yang telah dipublikasikan di portal online PWMU.CO. “Ini ada kesaksian Maryam yang mengaku nyaman mendampingi putra kecilnya mengikuti Tarawih Ramah Anak di SDMM,” ujarnya.

Selain itu ada juga kesaksian pengawas USBN yang ingin ditugaskan lagi di SDMM. “Pernah juga ada sekolah di Surabaya yang berkunjung ke SDMM ingin membuktikan tertibnya shalat berjamaah siswa kami di masjid,” tambahnya.

Layanan Katering Surya Amanah milik SDMM, kata Vita, juga mendapat kepercayaan SMK Negeri 1 Cerme memagangkan siswanya tiap tahun. “Tiga surprise juga didapat oleh sekolah di Surabaya yang mengikuti pembelajaran makan siang di dining room SDMM,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Sekretaris Departemen Pendidikan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur itu juga menunjukkan beberapa liputan tentang SDMM yang menjadi jujugan pembelajaran Alquran dengan metode Tajdied.

Ia menjelaskan, ada lima keunggulan yang membuat orangtua harus inden dua tahun di SDMM. Keunggulan ini, kata dia, diperoleh dari hasil wawancara calon wali murid baru saat pengembalian formulir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Lima keunggulan itu adalah pembiasaan islami, layanan yang baik, program kegiatan yang dibutuhkan masyarakat, gali potensi raih prestasi, serta fullday school dan pembelajaran yang menyenangkan,” paparnya.

Menurutnya, untuk bisa mewujudkan layanan pendidikan yang baik, semua guru dan karyawan harus kompak. “Baik guru baru maupun guru lama, semua harus punya ‘PH’ atau ‘derajat keasaman’ yang sama,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, setiap ada guru baru harus mengikuti pembinaan guru untuk menyamakan persepsi. “Kesempurnaan memang hanya milik Allah, namun selalu berproses menuju kesempurnaan itu penting untuk selalu dicoba,” tuturnya. (RPS)