Ini yang Wajib Diperhatikan dalam Pembelajaran Bahasa pada Anak Usia Dini

81
Pasang Iklan Murah
Dr Hadiqotul Luluk MPd menyampaikan materi pembelajaran bahasa untuk anak usia dini. (Vita/PWMU.CO)

PWMU.CO – Salah satu yang harus ditingkatkan dalam tugas perkembangan anak usia dini adalah bahasa. Dr Hadiqotul Luluk MPd mengatakan, bahasa adalah aspek yang harus distimulus. “Karena bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak,” ungkapnya.

Dosen Universitas Islam Jember itu menyampaikan pembelajaran bahasa untuk anak usia dini dalam kegiatan Pelatihan Kurikulum PAUD 2013 yang diadakan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) di Aula Gedung Graha Wiyata Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Jalan Ketintang Wiyata Nomor 15 Surabaya, Sabtu (6/7/19) pagi.

iklan

Dia mengatakan, dalam dunia anak usia dini biasanya tidak disebut bahasa saja, namun perkembangan bahasa. “Karena dalam pendidikan anak tidak ada kata hasil, yang ada adalah perkembangan,” ujarnya.

Luluk menjelaskan, butuh kesabaran dalam mendampingi proses perkembangan bahasa anak. “Salah satu ciri anak yang cerdas adalah yang memiliki perbendaharaan kata,” tegasnya.

Bagi perempuan kelahiran Jember, 28 Oktober 1979 itu, bahasa ibu merupakan cara orangtua dan pengasuh bicara pada anak lewat kalimat pendek, pengucapan yang jelas, tempo lambat, dan mengulang-ulang. “Bahasa ibu selalu berhubungan dengan suku atau etnis dari mana individu berasal. Misalnya seseorang itu sejak lahir adalah suku Jawa, maka secara otomatis bahasa ibunya ya Bahasa Jawa,” jelasnya.

Keterampilan bahasa, kata dia, meliputi empat hal, yaitu menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Ia mengatakan, perkembangan bahasa anak sangat penting dipantau supaya anak mampu berkomunikasi lisan dan tidak mengurangi frustasi anak. “Selain itu bisa menguatkan ikatan anak dan orangtua, memudahkan pembelajaran, dan menstimulus perkembangan,” tambahnya.

Lulusan S2 dan S3 PAUD Universitas Negeri Jakarta itu menjelaskan, pentingnya merangsang bahasa anak tentu membutuhkan beberapa strategi. “Bisa melalui alat peraga gambar, buku atau poster, mendengarkan lagu, nyanyian, mendongeng, dan menonton film,” ujarnya.

Ia menuturkan penting sekali memaksimalkan peran orangtua dan lingkungan untuk menstimulus anak agar membuat ruang-ruang yang menjadikan anak aktif berkomunikasi. “Selain itu, guru atau pendidik harus lebih aktif dalam memberikan stimulasi kepada peserta didik,” harapnya. (Vita)