Marketing Dua Sekolah Dijadikan Satu, Inilah Tantangan Menghapus Ego Sektoral

123
Muhammad Musaini. (Rahmat/pwmu.co)

PWMU.CO-Sekolah Muhammadiyah yang berada di lingkungan Majelis Dikdasmen GKB harus senantiasa merespon setiap perubahan.

Hal Ini disampaikan Muhammad Musaini, pengurus Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik, ketika memberikan sambutan dalam Marketing Synergy Forum di Averroes Hall SD Muhammadiyah 1 GKB, Sabtu (6/7/2019).

Acara ini diikuti 50 peserta terdiri dari para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, account representative, customer relationship dan customer service amal usaha PCM GKB.

Menyukseskan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019-2020, dia menjelaskan, ada perubahan kebijakan Majelis Dikdasmen tahun ini mengabungkan marketing  dua sekolah menjadi satu tim. Yaitu tim marketing SDM GKB 1 dengan SDM GKB 2. Sedangkan SMPM 12 GKB dengan SMAM 10 GKB.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

”Untuk merespon kebijakan tersebut, maka kita semua yang hadir di forum ini harus mengesampingkan ego masing-masing dalam marketing sekolah,” tuturnya.

Baca Juga:  Padukan Offline dan Online, Marketer Harus Siap dengan Tantangan Perubahan

Dia menegaskan, untuk marketing SDM GKB 1 dan GKB 2 tidak ada lagi ungkapan Saya adalah marketer sekolah SDM GKB 1 atau sebaliknya, namun kami adalah marketer SD Muhammadiyah GKB. Begitu juga marketing SMPM 12 GKB dengan SMAM 10 GKB.

Dengan sinergi marketing ini tim marketing diharapkan lebih meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan dalam proses PPDB.

Musaini juga menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tim marketing di antaranya pertama, harus saling mempromosikan empat sekolah Muhammadiyah GKB baik tim marketing SD maupun SMP dan SMA di manapun berada. Karena setiap dari kita adalah marketer sekolah Muhammadiyah GKB.

Baca Juga:  Sekolah GKB Lakukan Pembinaan Satpam dan Pramubakti

 Kedua, meningkatkan pelayanan one day one service dalam proses PPDB. ”Di era saat ini banyak  calon wali murid yang kesulitan meluangkan waktunya untuk mendampingi putra-putrinya mendaftarkan sekolah karena kesibukan di tempat kerjanya. Maka pelayanan serba cepat dan  efektif sangat diperlukan dalam proses PPDB. Sekolah Muhammadiyah GKB harus merespon tuntutan tersebut,” katanya.

Ketiga, proses internal di sekolah juga harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Baik dalam proses pembelajaran maupun fasilitas sarana prasarana pendukung  merupakan bagian penunjang  faktor keberhasilan dalam PPDB.

Mantan kepala SMAM 1 Gresik ini juga menyampaikan, sekolah yang kualitasnya bagus akan selalu diminati dan dicari oleh masyarakat tanpa mempedulikan seberapa besar biaya yg harus dikeluarkan. ”Istilah orang  Jawa ono rego ono rupo. Jadi kita tidak perlu banting harga dalam proses  PPDB namun mutu dan pelayanan di sekolah itulah yang utama,” jelasnya. (Rahmat Syayid)