Turba Spesial ke Bawean, Ketua Nasyiah Gresik Dapat Pengalaman Unik

137
Pasang Iklan Murah
Foto bersama dengan anggota PRNA Daun. (Ian Ianah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Program Turba alias turun ke bawah Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiah (PDNA) Kabupaten Gresik kali ini spesial karena dilaksanakan di Pulau Bawean.

Keistimewaan itu karena perjalanan yang memakan waktu. Di samping karena waktu tempuh, juga jadwal tersedianya transportasi hanya di hari tertentu. Belum lagi jika cuaca buruk datang. Jadwal keberangkatan bisa mundur.

Rombongan sudah harus berada di pulau yang dijuluki Pulau Putri itu, Kamis (4/7/19). Sedangkan pertemuan formal yang digelar di Perguruan Muhammadiyah Daun Sangkapura baru berlangsung Sabtu, (6/7/19).

Ketua PDNA Gresik Ifa Faridah SPdi menyampaikan, dalam turba kali ini pihaknya lebih menekankan pada bagaimana memberdayakan cabang dan ranting.

“Ada beberapa prinsip kegiatan di ranting. Pertama mengenalkan lebih dalam tentang Nasyiatul Aisyiah (NA atau Nasyiah) sebagai ortom Muhammadiyah dengan ciri khas gerakan perempuan ramah anak,” ujarnya.

Kedua, sambungnya, menggembirakan dan membebaskan. Maksudnya setiap kegiatan tidak hanya harus di forum tetapi bisa dikemas menjadi acara outdoor.

“Ketiga memberdayakan yaitu memaksimalkan ciri khas lokal yang bisa dijual untuk masyarakat. Selanjutnya terjangkau dan berkelanjutan,” ujarnya.

iklan
Ifa Faridah (kanan) saat memberikan dooprize pada peserta yang bisa menjawab pertanyaan setelah penyapaian materi. (Ian Ianah/PWMU.CO)

Ifa mendapat pengalaman unik saat berbicara di forum. Pasalnya beberapa peserta menggunakan bahasa Bawean saat berialog. Karena itu dia meminta peserta untuk menggunakan bahasa Indonesia. Maklum, dia tidak paham sedikit pun bahasa Bawean. Karuan, permintaan ini disambut tawa peserta.

Ketua Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Daun Ruhsatur Rizqa mengucapkan terima kasih kepada PDNA Gresik dan Pimpinan Cabang Nasyatul Aisyiyah Sangkapura yang telah menyempatkan hadir. “Meski perjalanan menyeberangi lautan dengan cuaca yang jadwal kapal maju mundur.

Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Daun itu berharap kedatangan PDNA ini bisa membuat 47 kader di Bawean lebih bersemangat dan solid. “Lebih-lebih bisa menambah kader ranting kami, sehingga PRNA Daun maju dan bisa,” ucapnya. (Ian Ianah)