Beginilah Macam Dosa Lisan yang Menghinakan

92
Pasang Iklan Murah
Khairul Anam ceramah Subuh di Masjid Remaja Kalilom Lor Kenjeran. (Habibie/PWMU.CO)

PWMU.CO-Lisan oleh Allah diciptakan hanya satu. Lisan bisa mengantarkan seseorang ke surga, juga bisa mengantarkan ke derajat tinggi. Tetapi juga bisa mengantarkan ke neraka.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Ustadz M Khairul Anam dalam Safari Subuh di Masjid Remaja Jl Kalilom Lor 3/41 Kenjeran Surabaya, Ahad (7/7/19).

iklan

”Salah satu dosa yang diakibatkan oleh tubuh kita yaitu lisan. Dosa dari lisan itu pertama, al ghibah. Menggunjing yaitu menyebut kejelekan saudaramu kepada saudaramu yang lain meskipun itu fakta,” katanya.

Kedua, sambung dia, an namimah. Mengadu domba. ”Ini sangat  membahayakan. Mengadu domba antar golongan besar dan kecil, mengadu domba antar masyarakat, mengadu domba antar aparat, tidak boleh,” ujarnya.

Ketiga, al kadzib, berbohong. ”Sesungguhnya berbohong adalah pintu munafik. Tanda orang munafik ada tiga. Ketika bicara bohong, ketika dipercaya khianat, ketika berjanji tidak menepati. Ya Allah bersihkan aku dari bohong, ya Allah bersihkan aku dari zina, ya Allah bersihkan aku dari lisan,” katanya.

Keempat, mengejek, menghina. ”Dilaknat oleh Allah orang yang mengejek atau menghina. Salah satu dosa besar ialah orang yang menghina orang tua saudaranya. Seperti ada temannya yang menyebut nama orang tua dengan menghina kemudian dibalas juga dengan nama orang tuanya. Ini juga tidak boleh,” ujarnya.

Kelima, berselisih dalam janji. Perintahnya Allah kita dilarang untuk tidak menepati janji. Tepatilah janji karena janji akan dimintai pertanggungjawaban.

 ”Contoh, saya berjanji kalau menjadi DPR akan ini, ini dan ini. Saya berjanji kalau menjadi bupati akan seperti ini, ini dan ini. Tetapi tidak ditepati. Murkanya Allah sangat besar terhadap orang yang tidak menepati janji seperti ini,” tegasnya.

Keenam, berfatwa tanpa ilmu. ”Guru yang di sekolah yang mengajar itu pasti memiliki gelar. Belajar dulu baru mengajar. Jangan sampai tidak punya ilmu tetapi menyampaikan ilmu, bisa menyesatkan,” tambahnya.

Di akhir tausiyah dia mengajak kepada para jamaah untuk hati-hati menggunakan lisan. ”Apabila ucapan yang kita ucapkan menyakiti orang lain maka lebih baik kita diam,” pungkasnya. (Habibie)