Kunjungi Amal Usaha PCM Babat, Begini Komentar Orang Wonosobo

169
Pasang Iklan Murah
Rombongan Muhammadiyah Wonosobo studi banding ke PCM Babat. (Hilman/pwmu.co)

PWMU.CO-Minoritas tak menghalangi membuat karya besar. Itu yang dikerjakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat Lamongan dengan membangun banyak amal usaha yang dikelola sangat baik. Inilah yang menginspirasi rombongan PCM se-Wonosobo saat studi banding ke Babat, Ahad (7/7/2019).

Kesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo Bambang Wen yang menjadi pimpinan rombongan. Peserta studi banding sebanyak 80 orang berasal dari PCM, Majelis, Ortom. Mereka diterima di Masjid Abdurrahman bin Auf Perumahan Puncakwangi.

”Jumlah anggota Muhammadiyah Babat termasuk minoritas dibandingkan dengan NU tetapi warga PCM Babat mampu tampil dengan karya besar yang melayani semua umat Islam dengan amal usaha berkembang pesat dan memiliki keunggulan,” ujarnya.

Dia dan anggota rombongan sudah melihat Rumah Sakit Muhammadiyah Babat, SMK Muhammadiyah, Baitul Tamwil Muhammadiyah, Kesejahteraan Keluarga Muhammadiyah, dan usaha bidang ekonomi lain yang maju.

Bambang juga salut dengan real estat Perumahan Bukit Puncakwangi Islami Residence. Rumah dibangun tanpa pagar. Suasana tampak akrab, terbuka, dan kekeluargaan.

 ”Perumahan ini membuat kami takjub. Menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya agak sulit jika hanya dalam tataran wacana. PCM Babat sudah berbuat nyata mewujudkannya,” ujarnya.

Dia mengatakan, pembangunan perumahan Muhammadiyah ini bisa menjadi  model untuk membangun yang sama di Wonosobo. ”Sungguh sangat ideal kalau Muhammadiyah bisa memfasilitasi bagi saudara-saudara anggota Cabang dan Ranting khususnya bagi pasangan muda yang belum punya tempat tinggal,” katanya lagi.

Bambang dan anggota rombongan terkesan dengan kunjungan ke Babat ini.  Menurutnya, tidak salah rekomendasi yang diberikan LPCR PP Muhammadiyah untuk studi banding ke sini. ”PCM Babat terbukti sebagai unggulan nasional yang nyata,” tuturnya.

Dia merasakan sambutan yang terbuka dan penuh kekeluargaan. Bisa diajak berkeluh kesah untuk berjuang meningkatkan amal saleh melalui  Persyarikatan Muhammadiyah. (Hilman Sueb)