Awalnya Malu-Malu Ditunjuk Jadi Imam, Begitu di Atas Sajadah Langsung Mantap

110
Pasang Iklan Murah
Nashif Bima menjadi imam shalat saat LOS siswa SDM Limas. (Ali/pwmu.co)

PWMU CO -Hari kedua LOS (Layanan Orientasi Siswa) kelas 1 di Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Wiyung Surabaya (SDM Limas) mengenal lingkungan sekolah dan tata cara shalat berjamaah.

Setelah doa di kelas masing-masing, Bagus Waskito Utomo, guru Al Islam SDM Limas, mengajak anak-anak masuk ke masjid. Anak-anak diperkenalkan cara menata sandal, cara masuk dan keluar masjid, dan doa masuk keluar masjid.

iklan

Saat berada di dalam masjid, anak-anak diajari menyusun shaf yang rapi, kemudian menunjuk anak yang berbusana muslim, Nashif Bima Putra Pribadi, menjadi imam shalat.  Saat ditunjuk awalnya malu-malu tapi akhirnya dia mau.

Hari itu siswa berpakaian sesuai dengan cita-citanya. Ada yang berpakaian tentara, polisi, dokter, pengusaha, petugas pajak. Nashif Bima berbusana koko dan berkopiah. Ketika ditanya, dia menjawab ingin jadi kiai. Maka pas dia ditunjuk sebagai imam shalat.

Tomo, panggilan akrab Bagus Waskito Utomo, lantas memberikan pengarahan.”Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendiri, maka biasakan shalat berjamaah di masjid. Siap anak-anak?” ujarnya.

”Siap, Ustad… insya Allah,” jawab siswa serempak.

Program shalat berjamaah di sekolah inspiratif ini sudah masuk dalam proses pembelajaran, sehingga anak-anak harus siap menjadi imam dan makmum yang baik sesuai tuntunan Rasulullah saw.

”Aku awalnya malu ditunjuk jadi imam, tapi setelah berdiri di atas sajadah imam, aku berani,” kata Nashif Bima Putra Pribadi, siswa kelas 1 sambil tersipu malu. Acara LOS diakhiri dengan makan tumpeng bersama sebagai tanda syukur kegiatan berjalan lancar. (Ali Shodiqin)