Gebrakan Smamio, Langsung Kenalkan Kampus Global pada Siswa Baru

103
Pasang Iklan Murah
Ivan Diantono saat menjadi pembicara Fortasi IV Smamio. (Adis/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ada yang berbeda di Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) IV 2019 SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik—atau yang biasa disebut Smamio—kali ini. Pasalnya, peserta langsung dikenalkan pada kampus global. Pada acara yang berlangsung Senin-Jumat, (15-19/7/2019) Smamio mendatangkan Direktur Smart Education Ivan Diantono untuk berbicara dengan tema “Goes to Global School.”

Ivan memberi edukasi tentang cara kuliah di Malaysia. “Ada banyak faktor yang mendasari kenapa kalian kuliah di Malaysia,” ujarnya.

Pertama, ujarnya, ketika kalian berkuliah di UTM (Universitas Teknologi Malaysia) atau MSU (Manajemen Science Malaysia) akan mendapat ijazah yang berlaku di seluruh dunia karena kualitas pendidikannya yang bertaraf internasional.

Kedua, sambungnya, di Malaysia pilihan jurusannya lebih banyak dan spesifik. “Bahkan di Malaysia ada jurusan yang tak pernah terfikirkan seperti Beauty and Hair atau Spa Manajemen,” ungkap Ivan.

Ketiga, yaitu mencangkup budaya dan jarak yang tidak terlalu jauh dari Indonesia. “Tidak hanya itu, di Malaysia, mahasiswa semua jurusan berkesempatan untuk magang kerja,” ujarnya.

Sebelumnya, Maulidah Putri Kesuma SPsi mengatakan siswa Smamio angkatan I atas nama Anisa Yustin telah berhasil lolos di UTM Jurusan Biology Science. “UTM bahkan grade-nya lebih tinggi daripada UI,” ungkap Putri disertai tepuk tangan.

Ketua Panitia Fortasi Noviani Nurkolis MPd memberikan alasan mendatangkan Ivan Diantoni kali ini. Dengan tema “Menjadi Generasi Islami yang Bermoral dan Intelektual”, Novi menjelaskan sekolah memberi edukasi sejak dini kepada siswa baru maupun siswa kelas XI dan XII agar mereka menjadi generasi yang berintelek. “Salah satunya yaitu dengan cara menyiapkan mereka untuk berkuliah di luar negeri,” ungkapnya.

Hal berbeda lainnya dalam Fortasi IV 2019 yaitu hari Kamis (18/7/19) siswa baru diajak outbond di Bumi Perkemahan Semen Gresik. “Kita berinovasi agar kegiatan Fortasi tidak melulu hanya di dalam ruangan,” kata Guru Sosiologi tersebut. (Adis)