Sekolah di Atas Tanggul Sungai Ini Jadi Penelitian Bencana Mahasiswa

127
Pasang Iklan Murah
Nia Ambarwati sedang memberikan materi kebencanaan (Tholin/PWMU.CO)

PWMU.CO– SMP Muhammadiyah 17 Keduyung Laren Lamongan mengadakan Fortasi selama empat hari mulai tanggal Senin (15/7/2019) hingga Kamis (18/7/2019). Acara berlangsung di sekolah dan penutupan di Pantai Kelapa Payuran Tuban untuk outbound.

Materi  yang diberikan Al Islam, IPM, Kemuhammadiyahan, PLS, dan tentang Kebencanaan. Materi terakhir bertujuan agar siswa siap dan tanggap menghadapi bencana yang terjadi di sekolah. Sebab gedung sekolah ini terletak di bibir Bengawan Solo yang setiap tahun kebanjiran dan berdampak longsor.

Narasumber  Nia Ambarwati meyatakan, pemberian materi ini sekaligus penelitian untuk melihat pengaruh pelatihan kebencanaan terhadap pengetahuan siswa dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di SMP Muhammadiyah 17 ini.

 ”Yang melatarbelakangi saya mengambil penelitian di sekolah ini karena saya tertarik dengan berita tanah longsor yang dimuat PWMU.CO bulan Oktober 2018 lalu dan seringnya sekolah ini terendam banjir sehingga saya ingin melihat pengetahuan siswa terhadap bencana banjir dan tanah longsor itu,” ujar mahasiswi semester enam Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.

Siswa, menurutnya, harus terus meningkatkan pengetahuan terhadap bencana banjir dan tanah longsor agar kesiapan diri terhadap bencana yang sewaktu-waktu datang di saat proses belajar mengajar berlangsung dapat mengevakuasi diri sehingga penurunan angka korban dapat dicegah.

”Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikannya pelatihan kebencanaan dengan instrument kuesioner. Dalam kuesioner tersebut terdapat 30 butir soal. Ada 10 soal pengetahuan sebelum bencana, 10 soal pengetahuan saat bencana dan 10 soal pengetahuan setelah bencana,” lanjutnya.

Nia berharap semoga ada yang mau melakukan simulasi kebencanaan bersama. Dia berharap bisa meneliti kembali pada  tingkatan selanjutnya yakni menilai sikap berupa pemberian simulasi kebencanaan bersama dengan Muhammadiyah Disaster Maganement Center (MDMC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun LSM lainnya. (Tholin)