Rasulullah Pernah Ingatkan Zaman Hoax, Begini Seharusnya Bersikap

110
Pasang Iklan Murah
Andri Kurniawan ceramah di tabligh akbar PCPM Pare. (Dahlansae/pwmu.co)

PWMU.CO– Rasulullah pernah mengingatkan umat suatu saat menyaksikan masa penuh penipuan. Yang hoax dikatakan hak, yang haq dikatakan hoax. Itulah tahun-tahun penuh tipu daya.

Hal itu disampaikan Ustadz Ir Andri Kurniawan MAg dalam tabligh akbar Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Pare Kediri bertempat di lapangan parkir SMP Muhammadiyah 1, Kamis (18/7/2019).

iklan

Menurut Andri, hadits yang diriwayatkan al Hakim itu mengisyaratkan pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan. Pengkhianat diberi kedudukan, jabatan puncak yang dimulia-muliakan. Sementara orang yang jujur, amanah disingkirkan bahkan tidak dihormati.

 ”Rasulullah mengabarkan, pada saat itu yang berbicara arraibidhoh, orang yang tidak mengerti din (agama), tapi memimpin rakyat kebanyakan,” tutur Ketua DDII ( Dewan Dakwah Islam Indonesia ) Kota Malang.

Dalam kondisi seperti saat ini, sambung dia, banyak terjadi fitnah hebat terhadap kaum muslimin. Setan berusaha semaksimal mungkin memperbanyak jamaahnya. Dia mencoba menghipnotis .

”Lalu bagaimana umat Islam menyelamatkan diri , dalam fase mulkan jabbrian ini? Pertama, Rasulullah dalam hadits riwayat Muslim memerintahkan bersegeralah beramal saleh, jangan ditunda-tunda,” tandasnya.

Kedua, dia menambahkan, berpegang teguh pada sunnah Rasulullah saw. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketiga, kembali ke ulama.

”Imam Syafii ketika ditanya ulama yang mana? Lalu menjawab, carilah ulama yang dibenci oleh Golkaf alias Golongan Kafir, Golfik, Golongan Munafik, Golsrik. Golongan musyrik. Golsik. Golongan Fasik,” tandasnya.

Karena saat ini, lanjut Andri Kurniawan,  banyak ulama syu’ yaitu ulama yang dengan ilmunya dia bernikmat-nikmat menguasai harta dunia. Ulama yang cuma mencari kedudukan di sisi ahli dunia. Bahkan Rasulullah mengabarkan, ulama syu’ adalah manusia paling jahat di kolong bumi ini.

Yang keempat agar selamat dari fase ini, sambung dia lagi, saat tahiyat akhir shalat, selesai baca shalawat Nabi, kita lanjutkan dengan doa, allahumma inni audzubika min adzabi jahannam, wamin adzabil kobr wamin fitnatil mahya walmamati wamin syarri fitnatil masyihiddajjal. Yaa Allah aku berlindung kepada Mu dari siksa neraka jahanam, dari adzab  kubur, aku berlindung dari fitnah saat hidup dan saat mati, dan aku berlindung dari fitnah al masyihid dajjal. (Dahlansae)