Lima Daerah di Jatim Jadi Pilot Project Wardah Women Preneur

169
Pasang Iklan Murah
Suasana temu penggerak WWP Aisyiyah Jatim. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur mengadakan temu pengerak program Wardah Women Preneur (WWP) di Gedung Muhammadiyah Jatim Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Sabtu (20/7/19).

WWA ini merupakan bagian dari program Nasional Rias@ Corner yang digulirkan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation, produsen Warda Kosmetik.

Ketua MEK PWA Jatim Tatik Lutfiati mengatakan, program WWP ini dimanfaat oleh Aisyiyah untuk mencetak wirausaha di bidang rias. Saat ini program terselenggara di lima daerah sebagai pilot projectnya, yaitu Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung, Jember, dan Lamongan.

“Nah, pertemuan kali ini dalam rangka untuk menguatkan, evaluasi, dan monitoring terkait dinamika pelaksanaan program yang ada di masing-masing daerah,” ujarnya.

Tatik melanjutkan, pertemuan kali ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program agar semakin baik ke depannya.

“Kita ingin ada peningkatan kapasitas buat para penggerak program. Maka kita bekali mereka dengan knowledge teknologi dan penguatan strategi pemasaran untuk itu,” ungkapnya.

Sementara, New Channel Development Manager PT Paragon Technology and Innovation Kresna menerangkan, WWP sejatinya merupakan program pengembangan dan pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat. Salah satu wujudnya mengajak para perempuan Indonesia menjadi resealer dari Wardah Kosmetik.

“Program ini fokus untuk membantu seorang ibu rumah tangga menambah penghasilan dan punya keinginan berwirausaha. Juga berbagi ilmu terkait industri kecantikan,” tuturnya.

Sejak digulikan pada bulan Januari 2019, Kresna menyebutkan, sudah ada 435 perempuan yang bergabung dengan program WWP. “Nah, 98 di antaranya adalah Aisyiyah,” terangnya.

Ia berharap, program WWA ini bisa dimanfaatkan oleh Aisyiyah utamanya untuk memperoleh benefit atau penghasilan tambahan dari aktivitasnya menjadi resealer.

“Tak kalah penting bagi kami adalah produk Wardah yang bagus, halal dan bikinan pribumi ini bisa dikenal banyak orang sehingga berdampak pada peningkatan penjualan,” tandasnya. (Aan)