Freeze Tag Game Siswa ICP Spemdalas: Pentingnya Komunikasi dan Kerja Sama

134
Pasang Iklan Murah
Devano Maulana Cordoba Rinaldi (kiri) sedang memandu Freeze Tag Game. Afzal Abdillah Reza (kanan) memerankan yagger. (Anis Shofatun/PWMU.CO).

PWMU.CO – Freeze Tag Game mengisi hari kedua kegiatan matrikulasi siswa International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), Jumat (19/7/19).

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Devano Maulana Cordova Rinaldi dan Muhammad Syamil Abiy Syathir. Dua siswa kelas VIII ICP ini dengan penuh semangat, antusias, dan lincah memandu adik-adik kelasnya yang baru bergabung belum sepekan ini dengan english daily conversationnya (percakapan menggunakan bahasa Inggris sehari-hari).

Freeze Tag Game dimainkan oleh 15 siswa. Lima siswa berperan sebagai tagger dan sepuluh siswa menjadi runners. Tagger siap mengejar runner setelah pemandu Devano memberikan aba-aba. One, two, three… go!

Sambil membalikkan badan si tagger siap mengejar para runner. Satu per satu runner didekap oleh para tagger. Di setiap tagger berhasil menangkap salah satu runner, mereka harus berucap, “I freeze you now!”

Selanjutnya runner harus diam dengan gaya tertentu. Kondisi ini akan kembali bila dia ditolong oleh orang lain dengan kalimat, “I will melt you, lets run fastly” dan dijawabnya dengan, “Alhamdulullah, thanks so much friend’. Lalu kembali lari menghindari kejaran tagger.

Game yang dilaksanakan di lapangan basket ini memiliki makna tersendiri sebagaimana disampaikan oleh Devano dan Syamil. Menurut Devano, permainan ini mengisyaratkan pentingnya memiliki keterampilan berkomunikasi dan bekerja sama dalam menggapai kesuksesan di masa mendatang.

Dia menjelaskan para runners ibarat pemilik masa depan, sering tidak luput dari hambatan dan rintangan (diperankan sebagai tagger) yang akhirnya membekukan langkah seseorang untuk maju ke depan.

Dia menilai, kesuksesan memang hak pribadi tapi dalam menggapainya diperlukan keterampilan membangun soliditas team work dan kepekaan kepada yang lain.

“Untuk sukses kadang tidak bisa diraih sendiri, usaha keras harus tapi membangun soliditas team work untuk maju bersama itu juga penting,” katanya saat ditemui PWMU.CO usai memandu kegiatan.

Begitu pula yang disampaikan oleh Syamil. Peraih Special Award kategori cerpen di ajang ME Cofest 2018 ini mengajak adik-adik dari kelas VII untuk terus berlatih berkomunikasi berbahasa Inggris. Siswa berkaca mata ini menyampaikan dengan bahasa Inggris akan semakin mudah membuka lebar cakrawala ilmu di dunia ini.

“Bahasa Inggris kan sudah bahasa internasional, ya agar bisa makin luas ilmunya, aku harus lancar bahasa Inggrisnya. Makanya game ini ada selingan ngomong bahasa Inggrisnya, biar biasa,” tutur siswa kelahiran Qatar ini.

Permainan ini mendapat tanggapan positif dari siswa kelas VII ICP Muhammad Habibi Izzuddin. Siswa yang bercita-cita menjadi pemain basket ini menyampaikan kesannya, “Selain ketangkasan, juga belajar team work dan saling membantu saat teman membutuhkan. Senang rasanya dan perlu belajar biar bisa lebih lancar ngomong bahasa Inggrisnya seperti kakak kelas.”

Hal sama juga dirasakan oleh Afzal Abdillah Reza. Dia menyampaikan senang mengikuti kegiatan game ini. “Asyik, belajar bahasa inggrisnya menyenangkan juga makin kenal dan akrab sama teman-teman barunya,” ujarnya.

Selain bermain game, kegiatan matrikulasi yang dilaksanakan usai Fortasi ini akan ditutup dengan acara sharing session bersama dua native Jepang yaitu Ruri Watanabe dan Hiromu Kondo pada Senin (22/7/19) mendatang. (Anis Shofatun)