Cooking Class Ternyata Paling Diminati Siswa Laki dan Perempuan

89
Pasang Iklan Murah
Cooking class. Siswa praktik mengupas bawang. (Riza/PWMU.CO)

PWMU.CO-SD Muhammadiyah 1 Giri Gresik memulai kegiatan pengembangan diri ekstrakurikuler, Kamis (1/8/2019). Di hari ini diawali dengan cooking class. Ini ekskul yang paling diminati siswa-siswi kelas 3-6.

Cooking class dilaksanakan setelah pulang sekolah pukul 14.15, Acara berlangsung di teras sekolah dengan pembina tim Ikwam.

Ketua Ikwam Mufidah menjelaskan, peserta cooking class sebanyak 70 murid. Mereka dibagi per kelompok. Enam kelompok putri berisi sembilan siswa dan dua kelompok putra terdiri dari delapan siswa.

”Siswa sudah membawa sendiri peralatan seperti pisau dan celemek,” kata Wiwit, panggilan akrab Mufidah.

Materi awal pengenalan bumbu dapur dan cara mengupas bawang. Bahan bumbu yang dikenalkan di antaranya bawang merah, bawang putih, laos, jahe, kunir, pala, bawang daun, kemiri, merica dan lain lain.

Setelah itu siswa dites. Wiwit menyebutkan jahe, kunir, laos, pala. Lalu siswa diminta memilih bahan yang disebut. Jawaban benar mendapat hadiah permen. Meski permen betapa sukacitanya anak-anak itu menerima hadiah.

Di sesi kedua mengajarkan cara mengupas bawang. Pembina menyiapkan bawang, kemudian dibagi tiap kelompok sama banyak. Lantas mereka mengupas bawang sesuai bagiannya. Wiwit mengingatkan agar hati-hati menggunakan pisau.

Dia menunjukkan cara mudah mengupas kulit bawang putih. Jika cara biasa mengiris ujunganya lalu kulit dikelupas. Kali ini Wiwit pakai teknik lain. Dia menusuk sebuah siung bawang putih dengan pisau lantas langsung menarik siungnya hingga terlepas dari kulitnya. ”Cara ini lebih cepat. Langsung selesai dengan waktu  tidak lama,” katanya.

Waka Kesiswaan Ustadz Umama menyampaikan, peminat ekskul memasak tiap tahun bertambah peminatnya. Rupanya  anak-anak senang membuat kue. Satu khas masakan sekolah ini adalah membuat kue karakter.

”Anak-anak diajari memasak mulai dari sederhana sampai yang rumit. Misalnya membuat minuman, masak kue , sayuran, dan menggoreng,” katanya.  ”Paling ditunggu hasil masakan dibagi dan dibawa pulang ditunjukkan ke orang tuanya.”

Di akhir semester, sambung dia, cooking class mengadakan lomba memasak antar kelompok untuk  nilai raport. Acara inilah yang membuat makin seru dan meriah.

Dijelaskan, masih ada sembilan ekskul di sekolah ini. Peminat paling banyak lainnya adalah futsal dan penahan.

”Harapan kami, mudah-mudahan bisa mewadahi bakat dan minat siswa sehingga mereka dapat bermanfaat untuk prestasi dan keterampilannya,” katanya. (*)

Penulis Riza Agustina  Editor Sugeng Purwanto