Mahasiswa Kenalkan Bahaya Obat Ilegal ke Warga Desa

57
Pasang Iklan Murah
Mahasiswa Divisi Kesehatan menjelaskan bahaya obat ilegal. (Vina/PWMU.CO)

PWMU.CO-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 140 Universitas Muhammadiyah Malang memberikan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan bahaya obat illegal kepada warga di Balai Dusun Tegalkidul Desa Jatiarjo Kec. Prigen Kab. Pasuruan, Jumat (2/8/2019).

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Sareh Rudianto, ibu-ibu PKK, warga dusun. Kepala Desa Sareh Rudianto mengatakan, acara yang diselenggarakan teman-teman mahaiswa KKN ini sangat bermanfaat mengingat warga banyak yang minum obat tanpa anjuran dokter dan pemakaiannya jangka panjang.

iklan

”Juga jamu yang dianggap banyak warga mempunyai khasiat. Padahal jamu tersebut belum teruji secara klinis. Jamu sudah pernah memakan korban jiwa akibat keracunan maupun overdosis,” tuturnya.

Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat disampaikan oleh Eksan Hidayat. Dia menyarankan orangtua  jangan merokok di dalam rumah kalau punya anak kecil. Asap rokok membuat kesehatan bayi dan orang di sekitarnya memburuk.

Ganti Muhammad Farid Andriansyah menjelaskan bahaya obat ilegal yang beredar di masyarakat tidak baik untuk jangka waktu lama. ”Biasanya untuk obat linu dan capek-capek, harganya murah,” katanya.

Jamu, katanya, juga ada yang berbahaya yang dianggap cespleng khasiatnya padahal ada kandungan obatnya yang berbahaya. ”Belum teruji secara klinis,” tambah Farid.

Agenda ini diramaikan dengan adanya ice breaking yang meningkatkan konsentrasi audience. Dengan mencari warna yang telah disebutkan oleh kepala desa. Ada beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan, siapa yang bisa menjawab mendapatkan hadiah.

Koordinator desa KKN Mohamad Galang Surya Negara menyatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pengetahuan baru seputar kesehatan yang saat ini banyak terjadi kesalahan asumsi tentang obat dan jamu.

Target dari acara ini diharapkan mengurangi pemakaian obat-obatan yang. Ilegal sehingga tidak menimbulakan efeksamping yang tidak diharapkan.

Penulis Fina Biah  Editor Sugeng Purwanto