“Saya Lebih Bebas dan Tenang Pakai Jubah di Singapura daripada di Indonesia”

1917
Pasang Iklan Murah
Dean MIC DR Saifuddin Amin saat menyampaikan materi seminar. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Islam di Singapura adalah minoritas. Kristen dan Budha adalah dua agama yang mendominasi. Yang paling membuat miris adalah perkembangan atheis. Dari tahun 2010-2015 persentase peningkatannya 1.5 persen dari angka 17,0 ke 18,5.

Inilah salah satu poin yang disampaikan Dean MIC DR Saifuddin Amin dalam International Seminar on Islamic Dakwah South East Asia di Muhammadiyah Islamic College Singapure, Ahad (18/8/19).

Saifuddin Amin menjelaskan Islam di Singapura patut bersyukur. Meskipun hanya sedikit masjid yang diberikan izin mengumandangkan adzan, tetapi semangat shalat jamaah sangat sangat luar biasa.

Moslems in Singapure, the happiest minority,” ujarnya di hadapan peserta Rihlah Dakwah IV.

Meskipun jumlah masjid di Singapura tidak sebanyak di Indonesia dan juga mengumandangkan adzan juga dibatasi oleh negara, jamaah shalat jamaah Maghrib, Isya’, dan Subuh luar biasa.

“Jamaah Maghrib dan Isya di Masjid Sultan semisal bisa mencapai 10-15 shaf, bahkan kalau Subuh jamaahnya bisa lebih sampai-sampai tidak muat tempatnya,” ungkapnya.

Tingkat bahagia orang Islam di Singapura, menurutnya, ditandai dengan tidak ada tekanan maupun ganggungan dari pihak atau golongan lain. Dia juga mengungkapkan bahwa orang Islam di sini bisa menjalankan amalan sesuai dengan syariah.

“Saya lebih bebas dan tenang pakai jubah di Singapura dari pada di Indonesia,” tutupnya. (*)

Kontributor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.