Inovasi-Inovasi Ini Bikin RS Aisyiyah Ponorogo Raih Penghargaan BPJS Kesehatan Award 2019

609
Pasang Iklan Murah
Foto bersama tim BPJS Pusat, BPJS Wilayah, dan BPJS Ponorogo bersama RSUA Ponorogo (Purwanto/PWMU.CO)

PWMU.CO – Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengapresiasi Rumah Sakit (RS) Aisyiyah di Ponorogo, Jawa Timur yang terpilih sebagai rumah sakit kelas C dengan pelayanan kesehatan terbaik di Indonesia.

Saat mengunjungi RS Aisyiyah di Ponorogo, Kamis (22/8/19), Fachmi mengatakan RS Aisyiyah Ponorogo ditetapkan sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) atau RS kelas C terbaik di seluruh Indonesia dalam penghargaan BPJS Kesehatan Award 2019.

iklan

“Yang sesuai kriteria, komitmen yang paling baik terhadap apa yang disepakati ini, Rumah Sakit Aisyiyah Ponorogo adalah yang terbaik di kelasnya di kelas C seluruh Indonesia,” kata dia.

Fachmi mengatakan RS Aisyiyah Ponorogo memiliki berbagai inovasi yang membuat antrean pasien jadi jauh berkurang dari sebelumnya.

Inovasi yang dimaksud Fachmi adalah sistem pendaftaran daring (online) dengan aplikasi khusus RS dan anjungan pendaftaran mandiri yang tersedia di RS untuk pendaftaran pasien secara luring (offline).

Fachmi Idris bersama Anggota Majelis Kesehatan PDA Ponorogo dan dokter RSUA Ponorogo. (Purwanto/PWMU.CO)

Sistem pendaftaran tersebut membuat antrean di RS jadi bisa diminimalkan karena pasien datang ke RS sesuai dengan jam yang dijadwalkan.

Inovasi lain yang diapresiasi adalah pengantaran obat ke rumah. Dari program tersebut pasien tidak perlu mengantre obat di apotek seusai kunjungan ke dokter. Selain itu pasien juga mendapatkan fasilitas gratis dengan diantar pulang sampai ke rumah usai menjalani rawat inap di RS Aisyiyah Ponorogo.

“Kunci rumah sakit ini dapat menjadi yang terbaik adalah inovasi. Dan kami berharap rumah sakit lain juga dapat berinovasi sehingga pelayanan publik semakin baik, lebih mudah, dari sisi biaya terasa lebih terjangkau,” kata Fachmi. (*)

Kontributor Wahyu Adi Nugroho. Editor Mohammad Nurfatoni.