Guest Teacher Smamio: Dua Hal Ini Menyebabkan Remaja Butuh Pertolongan Allah

82
Pasang Iklan Murah
Toat Al Azaa ketika memberikan motivasi PPA for Teens di Smamio. (Riris/PWMU.CO)

PWMU.CO – Program Guest Teacher SMA Muhammadiyah 10 GKB—atau yang biasa disebut Smamio—mendatangkan trainer PPA (Pola Pertolongan Allah), Toat Al Azaa, Senin, (26/8/19). Bertemakan PPA for Teens, Toat memberikan motivasi kepada seluruh siswa Smamio di Cordoba Convention Hall.

Di awal acara, dia bertanya kepada para siswa, apa yang menyebabkan remaja butuh pertolongan. Beragam jawaban yang diberikan. Salah satunya ialah karena remaja sudah terkontaminasi pergaulan luar. Hal itu dibenarkan oleh Toat.

Menurut dia, dikatakan remaja apabila sudah memiliki dua hal. Pertama, logika, yaitu logika seorang remaja sudah berjalan sehingga mampu memikirkan yang salah dan benar. Kedua, hormon, maksudnya, hormon yang berada di tubuh seorang remaja sudah berfungsi semua termasuk dalam hal nafsu. “Karena dua hal inilah maka remaja perlu pertolongan dari Allah,” ucapnya.

iklan

Selain itu, Toat juga memberikan penyadaran kepada para siswa untuk berbakti kepada orangtua dan memperbaiki ibadah. Menurut dia, itu kunci keberhasilan dalam belajar juga di kehidupan.

“Keberhasilan dapat dicapai dengan ikhtiar dan senantiasa berserah diri kepada Allah,” tutur Toat sambil mengajak siswa berdoa bersama untuk orangtua.

Dia mengingatkan para siswa untuk selalu mencari keridhaan ibu-bapak karena keridhaan Allah itu sandaran keridhaan orang tua. “Demikian juga murka Allah terkait murka orangtua,” tuturnya.

Tak hanya kepada ibu yang melahirkan kita, sambungnya, kepada ayah pun kita juga harus berbakti agar kita bisa menjadi syafaat bagi mereka. “Meskipun tak ada setetes air susu dari bapak yang masuk ke tubuh kita, namun sesuap nasi yang kita makan setiap hari merupakan hasil jerih payah dari seorang ayah,” ungkap dia.

Kegiatan yang diselingi dengan muhasabah dan pemutaran video tersebut diikuti antusias. Mereka fokus mengikuti acara. Bahkan, tak sedikit pula yang meneteskan air mata ketika bermuhasabah diri mengingat dosa. (*)

Kontributor Disa Yulistian. Editor Mohammad Nurfatoni.