Kedai Ahad Pagi, Cara Santri SPEAM Praktikkan Ketrampilan Enterpreneur

241
Kedai Ahad Pagi yang dikelola santri SPEAM. (Dian Rahmawati/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sekolah Pesantren Enterpreneur Al-Maun Muhammadiyah (SPEAM) yang berada di Desa Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan mempunyai program unggulan enterpreneur. Program tersebut telah berjalan dengan baik dan dikemas secara menarik.

Seperti yang tampak pada hari (25/8/19). Sejak pukul 07.00 WIB, seusai kegiatan bersih kamar, beberapa siswa yang telah dipilih berdatangan ke ruangan yang telah disediakan.

Mereka bersepakat membuat Kedai Ahad Pagi. Tujuannya: menjamu wali santri yang datang saat kunjungan di pesantren. “Sekaligus untuk menjual produk mereka pada teman-teman yang sedang beraktivitas. Kami membuat berbagai minuman dingin, roti bakar aneka rasa, plus salad buah,” kata Azhar Aziz, sang manajer kecil. Siswa kelas IX itu pun tersenyum lega, sebab belum sampai dua jam, 100 porsi telah habis terjual.

Baca Juga:  Ada Entrepreneur Muslim Keren dan Kreatif di SPEAM

Pimpinan SPEAM Dadang Prabowo MA menjelaskan, para santrinya sengaja dicetak menjadi enterpreneur Muslim. “Mulai kelas VII mereka telah diajarkan bagaimana menjadi enterpreneur. Bahkan telah dibentuk manager kecil, bagian keuangan, juga personalia,” terangnya.

Jadi, sambungnya, mereka sendiri lah yang memroses barang yang akan dijual, mengemas, meyajikan, sampai menentukan harga.

SMA Muhammadiyah 1 Taman
Para santri sedang menyiapkan barang dagangannya. (Dian Rahmawati/PWMU.CO)

Dadang mengatakan, usaha mereka memang dibiayai oleh pesantren. Namun mereka telah diajarkan bagaimana caranya menghitung berapa harga jual yang harus ditentukan. “Agar modal kembali dan mereka tetap dapat untung yang disimpan oleh bagian keuangan kecil untuk kemudian dibagi di akhir bulan,” jelasnya.

Baca Juga:  Metamorfosis Sa'diyah Lanre Said Dibedah di SPEAM

Mereka juga diajarkan bagaimana membuat catatan keuangan sampai cara mengajukan anggaran oleh Dian Rachmawati SE, sang guru enterpreneur mereka. “Ini adalah upaya cerdas yang harus terus dilakukan,” ujar Dadang.

Pembina SPEAM Basith MA mengaku bangga dengan kreativitas santri yang dikemas oleh pengajar dan pimpinan pondok.

“Semoga SPEAM semakin eksis dan sukses melahirkan enterpreneur Muslim. Tak rugi rasanya mengamanahkan putra-putri tercinta kita di pesantren ini,” ujarnya. (*)

Kontributor Dian Rahmawati. Editor Mohammad Nurfatoni.