Dari My Diary, Prasmanan Family Style, Ready for School, hingga Cara Izin ke Toilet, yang Menarik Perhatian Mahasiswa PLP UMG di SDMM

113
Pasang Iklan Murah
Lima mahasiswa PLP 2 UMG bersama Dosen Pembimbing Arya Setya Nugroho MPd (tiga dari kiri) dan Kepala SDMM Ahmad Faizun SSos. (Ria Pusvita Sari/PWMU.CO)

PWMU.CO – Penciptaan suasana pembelajaran, pembiasaan, dan pembudayaan adab perilaku positif kepada anak di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik menjadi hal yang menarik perhatian mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Lima mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini telah menjalani PLP 2 di SDMM sejak 6 Agustus hingga 7 September 2019.

iklan

Kepada PWMU.CO, Santya Dian Pratiwi, mahasiswa yang bertugas di kelas I mengaku tertarik dengan My Diary siswa SDMM. Menurutnya, buku penghubung sekolah yang berlokasi di Jalan Amuntai 01 GKB Gresik itu sangat lengkap untuk dapat memantau aktivitas pembiasaan anak, baik di rumah maupun di sekolah.

“Ada tata tertib, info, prosentase shalat baik lima waktu, Dhuha, sampai tahajud. Ada juga kemandirian di sekolah dan rumah, pelanggaran, prestasi, izin, dan sebagainya,” ungkapnya usai penutupan program PLP 2, Jumat (6/9/19).

Santi, sapaan akrab Santya Dian Pratiwi, juga terkesan dengan pembelajaran makan siang bersama di SDMM. “Kelas I sudah bisa menerapkan adab makan dan table manner yang bagus. Saya belum menjumpai di sekolah lain,” kesannya.

Tak hanya Santi, Syifaul Fuadiyah Sukmasari yang bertugas di kelas III juga terkesan dengan adab makan siang siswa SDMM yang berkonsep prasmanan Family Style. Ia juga memerhatikan adab siswa saat izin ke kamar mandi. Di sekolah lain, kata dia, siswa mengatakan ‘Bu, izin ke kamar mandi’. “Tapi di sini, semua siswa menggunakan bahasa Inggris ‘Ustadzah, may I go to the bathroom please‘ disertai doanya,” kisahnya. “Jadi anak-anak gak lupa doanya.”

Syifa—sapaan akrab Syifaul Fuadiyah Sukmasari—mengatakan, ia banyak belajar dari guru kelas tentang penanganan masalah siswa. “Di SDMM, jika ada anak yang bermasalah demgan temannya, guru kelas mendampingi anak tersebut sampai bisa menyelesaikan masalahnya sendiri,” ujarnya antusias.

Saat ia bertugas mendampingi kelas VI, lanjutnya, ia terkejut mendapati sebagian besar siswa telah mampu melakukan presentasi dengan baik dan percaya diri. “Sepertinya mereka sudah terbiasa berbicara di depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Fitriyatur Rohmah yang bertugas di kelas V sangat berterima kasih khususnya kepada guru kelas yang selama ini telah memberikan bimbingan terkait administrasi kelas. Ia mengaku tertarik dengan program The Club dan Pintar Matematika Nalaria Realistik (PMNR) yang baru ia temui di SDMM.

“Yang menurut saya sangat bagus di sini itu kultum siswa dilakukan setiap hari bergantian mulai kelas IV sampai VI. Menanamkan kepercayaan diri siswa setiap hari loh,” ujarnya terkesan.

Demikian pula Eva Rusyati Maghfiroh yang bertugas di kelas II mengaku tertarik dengan pembiasaan shalat di SDMM. Baginya, pendampingan tertib shalat di kelas kecil sangat baik. “Saya juga pernah ikut ke masjid dengan kelas besar itu tertib. Nata sandalnya bagus dan ada yang bertugas mengecek doa dan kaki saat masuk dan keluar masjid,” ujarnya.

Cara guru kelas mengkondisikan siswa kembali di tengah pembelajaran menarik perhatian Eka Putri Noviatin yang bertugas di kelas IV. “Guru kelas itu gak perlu teriak-teriak, cukup dengan ice breaking saja sebentar,” ujarnya.

Eka juga mengaku suka dengan proses Ready for School di awal masuk kelas. “Mulai kelas I hingga kelas VI semua sama, selalu menyapa teman-teman dengan lima bahasa,” kata dia. (*)

Kontributor Ria Pusvita Sari. Editor Mohammad Nurfatoni.