Dua Tim Musikalisasi Puisi Spemdalas Raih Juara I dan II di Smamda Sidoarjo

109
Pasang Iklan Murah
Nabila Wulandari (berdiri dua dari kanan) bersama dengan 2 tim Mupus Spemdalas (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dua tim musikalisasi puisi SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) meraih penghargaan bergensi diajang Lomba Musikalisasi Puisi (Mupus) yang diadakan SMA Muhsmmadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Ahad (8/919).

Dua tim yang diisi siswa kelas VII dan VIII ini berhasil menyisihkan 7 kontestan dari Malang, Sidoarjo, dan Surabaya.

iklan

“Saat pengumuman juara saya sempat tidak percaya karena secara performance lawan-lawannya sangat ketat. Meskipun tidak bisa menyaksikan perform mereka saat penjurian karena ketentuan dari juri, tapi bisa melihat pada waktu latihan di ruang tunggu,” ujar Nabila Wulandari, vokalis tim A, saat diwawancarai PWMU.CO, Selasa (10/9/19).

Nabila—sapaan akrabnya—mengaku sangat bersyukur bisa meraih juara pertama. Cewek yang hobi bermain musik ini merasa latihan persiapan selama tiga pekan ini membuahkan hasil.

“Puisi Goenawan Mohamad yang berjudul Pertemuan yang kami bawakan alhamdulillah bisa sempurna seperti saat latihan. Iringan gamelan, gitar, biola, kajon, jimbe, dan simbal memberikan kekuatan dalam alunan mupus kami,” papar cewek kelahiran 3 Desember 2006 ini.

Hal yang sama juga disampaikan Fairuz Azzahra. Vokalis tim B yang meraih juara kedua ini pun tidak pernah menyangka. Melalui puisi Masjid Laut Pantai karya Lenon Machali bisa bersanding dengan tim A membawa pulang juara.

“Ini adalah lomba pertama yang kami ikuti. Sebelum lomba pelatih hanya pesan jaga hormonisasi musik dan puisinya. Selain itu, khusus untuk vokalis yaitu penghayatan lirik puisinya,” ungkap cewek yang gemar baca novel, tersenyum.

Faza—sapaan akrabnya—menyebutkan kekompakan tim juga memegang peran sentral saat tampil di depan juri. Tim yang terdiri dari 5 siswa ini, menurutnya, sempat grogi, tapi saat gitar di awal musik mulai dipetik, kami langsung berperan sebagai tim.

“Musik dan lantunan vokal harus menyatuh sehingga mupus yang berdurasi 4-5 menit yang kami suguhkan bisa sukses dan memuaskan juri,” tutup cewek kelahiran Lamongan 12 Agustus 2005 ini, bangga. (*)

Kontributor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

Fairuz Azzahra (kiri pegang tropy) usai penyerahan hadiah dari panitia lomba (Bambang/PWMU.CO)