Kepala SMAM 8 dan SMKM 3 Gresik Dilantik, Ini Pesan Pimpinan pada Keduanya

123
Pasang Iklan Murah
Dodik Priyambada (kanan) melantik Kepala SMAM 8 Gresik dan SMKM 3 Gresik. (Mardliyatul Faizun/PWMU)

PWMU.CO– Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cerme Gresik menggelar acara pelantikan dua kepala sekolah.

Yaitu Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik Periode 2019-2023 Emi Faizatul Afifah MSi dan SMK Muhammadiyah 3 Gresik Hasan Abidin MPdI di SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Senin (9/10/19).

Ketua Dikdasmen PCM Cerme Drs Mudairin MPd mengatakan, pergantian kepala sekolah (kasek) itu menjadi hal yang biasa. Setiap guru perlu siap ke depan menjadi calon kepala sekolah. “Majelis Dikdasmen ingin kasek beserta dewan guru menjadikan sekolah ini berbeda dengan sekolah-sekolah lain. Jadilah yang nomor satu. Atau jadilah yang the best. Atau jadilah yang berbeda,” ujarnya menyitir Bob Sadino.

“Kepada Kepala SMKM 3 Gresik banyaklah bekerja sama dengan Dudi (dunia industri) dan latihlah berwirausaha. Kepada kepala SMAM 8 Gresik perbanyak kerja sama dengan perguruan tinggi. Dengan seperti itu untuk PPDB kita bisa duduk bersama,” pesannya.

Sementara Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PSM) Gresik, Ir Dodik Priyambada SAkt mengatakan proses pemilihan kasek sudah selesai.

“Kepada kasek terpilih, libatkan semua unsur untuk mengembangkan sekolah dengan bersinergi. Perubahan situasi dalam dunia pendidikan perlu kita jawab dengan kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Dodik mengajak menggiatkan komunikasi yang bisa mendekatkan sekolah dengan masyarakat. “Bisa melalui media sosial. Berita-berita prestasi perlu kita komunikasikan. Jangan memakai semboyan biarlah masyarakat tidak tahu yang penting saya baik. Tapi untuk saat ini biarlah masyarakat tahu karena kita sudah melakukan sesuatu,” pesannya.

Taufiqullah (Kenan) menyerahkan SK Kepala SMKM 3 Gresik (Mardliyatul Faizun/PWMU)

Ketua PDM Gresik Dr Taufiqullah MPdI menyampaikan agar di dalam perkumpulan mengikat satu hati satu tujuan. “Jangan sampai kita termasuk tahsabuhum jamii’an wa qulubuhum syatta. Mereka mengira bersama-sama padahal hatinya bercerai berai,” ucap Ustadz Taufiq, panggilannya.

Menurut dia posisi lokasi SMAM 8 dan SMKM 3 Cerme sangat strategis. “Harus disyukuri. Tinggal kita mengelola, meningkatkan dan mengembangkan,” ucapnya.

Ustadz Taufiq mengingatkan kesanggupan kasek dalam mengelola amal usaha Muhammadiyah (AUM) berdasarkan tuntunan ideologi Muhammadiyah. “Termasuk langkah 12 Muhammadiyah yang dicetuskan KH Mas Mansur bisa diterapkan dalam mengelola AUM,” kata dia.

Dalam langkah 12, sambung dia, ada langkah ilmi yang mencakup, pertama memperdalam iman. Mengetahui dalil-dalil yang ada. Kedua, memperluas paham agama. Ketiga, memperbuahkan budi pekerti. Keempat, menuntun amalan intiqad. “Tahu kekurangan diri dan siap memperbaiki,” ujarnya.

Kelima, menguatkan persatuan. Keenam, menegakkan keadilan. Ketujuh, melakukan kebijaksanaan.”

Sementara langkah amali, yaitu kedelapan, menguatkan tanwir. “Di AUM bisa jadi penguatan raker,” katanya. Kesembilan, mengadakan konferensi bagian. Koordinasi rutin masing-masing bidang di AUM.

Kesepuluh, memusyawarahkan putusan. Menyamakan visi misi di AUM. Kesebelas, mengawasi gerakan ke dalam. Melakukan evaluasi internal. Kedua belas, memperhubungkan gerakan luar. “Kerjasama AUM dengan pihak luar,” ucapnya. (*)

Kontributor M Fadloli Aziz. Editor Mohammad Nurfatoni.