Syik … asyik-asyik, TK Asyiyah 40 PPS Ajak Siswa Praktik Nabung ke Bank

97
Pasang Iklan Murah
Myesha Almeera Rosyadi (kanan) dan Hasna Huwaida Zhafreena sedang menabung di Bank Mitra Syariah Gresik. (Hara Tamu/PWMU.CO)

PWMU.CO Syik … asyik-asyik … nabung. Bung … nabung-nabung … asyik! Bait lagu berjudul Menabung tersebut tepat untuk menggambarkan kegiatan siswa TK Aisyiyah 40 Pondok Permata Suci (PPS) Gresik yang berkunjung ke Bank Mitra Syariah untuk menabung.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa kelompok B pada hari Rabu (11/9/19) dan 100 siswa kelompok A pada hari Kamis (12/9/219).

Perasaan ceria mewarnai wajah anak-anak. Mereka sangat antusias berangkat lebih pagi dari hari-hari biasanya. Di leher mereka tergantung tas kecil yang berisi buku tabungan dan uang yang sudah disiapkan oleh orangtua masing-masing. Rupanya mereka tidak sabar untuk menabung ke bank.

Sebelum kegiatan menabung dimulai, para siswa berkumpul di Meeting Room Bank Mitra Jalan Kartini No 7 Gresik untuk mendengarkan sambutan dan juga penjelasan tentang cara menabung dari Direktur Bank Mitra Syariah Luki Hendra Hermawan.

“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjadi pengalaman bagi anak-anak, sehingga anak-anak jadi semangat menabung sampai dewasa nanti,” tuturnya.

Siswa kelompok A 1 bersama direktur dan karyawan Bank Mitra Syariah Gresik. (Haira Tami/PWMU.CO)

Para siswa terlihat sangat antusias menabung. Setelah melewati penyambutan, satu per satu diberikan nomer antrean. Sambil menunggu nomer antreannya, mereka duduk di ruang tunggu.

iklan

“Nomor antrean 1,” panggil teller. Serentak anak-anak melihat nomor antrean masing-masing. “Hore aku dipanggil,” teriak Muh. Kafa Asdobely dari kelompok B2. Segera dia maju ke meja teller untuk melakukan transaksi tabungan.

Dengan ramah teller memberi salam dan meminta tas tabungan Arda, sapaannya, sambil tersenyum. Kemudian buku tabungan dan uang dikeluarkan dari tas tersebut lalu dihitung dan dicocokkan dengan slip setoran yang sudah ditulis sebelumnya oleh mama Arda.

Slip setoran yang sudah divalidasi diberikan lagi pada anak-anak sebagai bukti pembayaran tabungan. Begitulah seterusnya bergantian tiap anak hingga selesai per kelas.

Selain kegembiraan karena dapat menabung langsung di bank, para siswa juga merasa gembira mendapat bingkisan kue kesukaan mereka.

Setelah bertransaksi selesai, satu per satu mereka berpamitan dan bersalaman dengan para petugas bank untuk selanjutnya beranjak kembali menuju ke sekolah.

Pengalaman hari itu sangat berkesan di benak anak-anak hingga terus dibicarakan di sepanjang perjalanan. (*)

Kontributor Haira Tami. Editor Mohammad Nurfatoni.