Tak Dapat Kapal, Dosen UMG Ini Didaulat Memberi Pengajian Muharam di Bawean

1376
Pasang Iklan Murah
Muyassaroh dalam Pengajian Muharam. (Eklis Dinika/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tak ada kapal, ngisi pengajian pun jadi. Begitulah nasib baik Muyasaroh MPdI— Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik (FAI UMG).

Berada di Bawean untuk mengikuti Program Pengabdian kepada Masyarakat UMG sejak Ahad (8/9/19), Bu Muyas, sapaan akrabnya, seharusnya dijadwalkan kembali ke Gresik Selasa (10/9/19) siang. Tapi karena jadwal berlabuhnya kapal diundur—akibat cuaca buruk—dia harus tertahan di Bawean sampai Jumat (14/9/19) pukul 14.00, sesuai jadwal kapal terbaru yang dia peroleh.

Di Bawean Bu Muyas memberikan materi workshop di SMK Muhammadiyah 4 Daun dan praktik aplikasi AR (augmented reality) di MTs Muhammadiyah 5 Daun.

Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Daun Sabhan memanfaatkan situasi itu. Dia mendaulat Bu Muyas untuk menjadi penceramah dalam Pengajian Muharam kegiatan rutin tahunan di halaman Masjid Al Muttaqiin, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Selasa (10/9/19) malam.

Mengawali ceramahnya, Bu Muyas menyampaikan dalam even pengajian 10 Muharam ini kita harus bisa memaknai Muharam, yaitu waktu yang diharamkan. “Di mana pada bulan ini diharapkan kita dapat melalukan tiga hal yaitu sahrul muhasabah (bulan intropeksi diri), melakukan amar makruf nahi mungkar sebagaimana yang terdapat dalam surat Ali-Imran ayat 104, dan melakukan kepekaan sosial,” ajaknya.

Jamaah Pengajian Muharam PRM Daun. (Eklis Dibuka/PWMU.CO)

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Gresik itu lalu menjelaskan tentang niat yang yang dapat membawa nilai yang berkualitas.

iklan

Yaitu apabila terpenuhi tiga hal. Pertama, pekerjaan itu berorientasi pada akhirat seperti dalam Al Isra ayat 19. Kedua, melakukan tugas hidup untuk mencari ridha Allah sebagaimana Annisa ayat 114. Dan ketiga, dilakukan semata-mata karena tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya.

“Hikmah yang dapat kita ambil dari lurusnya dan benarnya niat akan berdampak pada amal kita,” jelasnya. Adapun dampak yang dimaksud Bu Muyas adalah pertama, tidak akan pernah menanayakan berapa upah atau bayaran dan fasilitas apa yang akan diterima dari pekerjaan kita.

Kedua, berjuang menegakkan agama Allah secara totalitas. “Ketiga, dan jika dalam menegakkan agama Allah hanya mengharap bayaran, maka tak ubahnya seperti orang menanam rumput yang subur tetapi tidak akan tumbuh padi ataupun jagung,” jelasnya.

Sementara itu Sabhan menyampaikan 10 Muharam merupakan kegiatan akbar di PRM Daun. “Karena segala macam pembangunan yang ada di PRM Daun ini, peletakan batu pertamanya selalu pada tanggal 10 Muharam,” ujarnya. (*)

Kontributor Eklis Dinika. Editor Mohammad Nurfatoni.