Kematian Husnul Khatimah di Rumah Sakit Justru Bisa Jadi Nilai Tambah

160
Sholihul Absor memberi tausiyah di Pelatihan Binroh. (Habibie/pwmu.co)

PWMU.CO-Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah sudah menjalankan praktik Hubungan Industrial yang baik. Karyawannya tidak saling menuntut, tidak saling sikut, sehingga bisa meningkatkan kualitas layanan.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Pelayanan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dr Sholihul Absor MARS dalam Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petugas Bina Rohani RS Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Timur di Malang, Sabtu-Ahad (14-15/9). Acara ini diadakan oleh Ikatan Karyawan Kesehatan Muhammadiyah (IKKM).

Sholihul Absor menyampaikan, seharusnya yang mengucapkan terima kasih itu bukan panitia tetapi MPKU. ”Kami mengucapkan ribuan terima kasih, kami sangat mengapresiasi kepada panitia, berterima kasih kepada IKKM, karena acara ini sesungguhnya tugas MPKU karena MPKU sudah overload, sehingga ini dilaksanakan oleh IKKM Jawa Timur,” paparnya.

Baca Juga:  MPKU PWM Gelar Pelatihan SPI

Suasana seperti ini, sambung dia, mencerminkan Hubungan Industrial yang benar seperti yang dilakukan oleh rumah sakit Muhammadiyah atau Aisyiyah. Karyawannya ini tidak saling menuntut, tidak saling sikut sehingga bisa meningkatkan kualitas rumah sakit.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Menurut dr Absor, panggilan akrabnya, di dalam Muhammadiyah memiliki kesempatan yang sama untuk menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran untuk persyarikatan.

”Memajukan rumah sakit itu bukan hanya tugas direktur, tetapi tugas semuanya. Mulai dari tukang sapu, satpam, tukang cuci dan lainnya,”ujarnya.

Baca Juga:  MPKU Kerahkan RSM Bantu MDMC

Manusia hidup, kata dia, menginginkan setelah meninggal disebut-sebut kebaikan, bukan sebaliknya disebut-sebut keburukannya. ”Marilah kita bersama-sama untuk mengambil peran terbaik, sehingga rumah sakit Muhammadiyah semakin maju,” harapnya.

Dia bercerita, di RS Cempaka Putih Jakarta tingkat kematian pasien tinggi. Saking tingginya menjadi sorotan Dinas Kesehatan lalu diteliti. ”Ternyata ditemukan bahwa banyak pasien ketika meninggal di Cempaka Putih merasa lebih dekat dengan kebaikan atau meninggalnya husnul khatimah,” ujarnya.

“Justru ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki oleh rumah sakit lain. Maka  ketika sakit, orang itu akan mengatakan, masuk saja ke rumah sakit Islam karena didoakan, sehingga meninggal masuk surga,” tandasnya. (*)

Penulis Habibullah Al Irsyad  Editor Sugeng Purwanto