Saad Ibrahim: Seluruh Proses Pendidikan Kita Tak Boleh Lepas dari Motif Teologi

189
Pasang Iklan Murah
Ketua PWM Jatim M Saad Ibrahim MA (Edo/PWMU.CO)

PWMU.CO – Alquran tidak hanya menyuruh umat Islam ber-fastabikul khairat, tapi juga memberikan stimulan bahwa kita adalah kuntum khairu ummah atau sebaik-baik umat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr Saad Ibrahim MA saat memberikan sambutan pada Muhammadiyah Education (ME) Award 2019 yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PWM Jatim di Dome UMM Malang, Sabtu (21/9/19).

iklan

Kesadaran untuk melakukan istibak seperti diperintahkan Allah untuk fastabikul khairat dalam kerangka teoritis kajian modern itu terutama ditunjukkan oleh seorang pemikir yang lahir 1917 bernama David Mclellan dan meninggal pada 1998.

Ada tiga ‘virus’ yang diperkenalkan terutama terkait dengan fastabikul khairat itu. Virus pertama yang sangat fenomenal yang dikenalkan virus made of achievement atau make for achievement. Kedua, juga diperkenalkan yang lain yaitu made of power atau make for power, dan ketiga virus untuk membangun persahabatan atau afilitation.

“Maka kemudian David Mclellan memberikan kesimpulan semakin banyak virus sebuah masyarakat maka semakin memiliki tanda masyarakat itu akan mengalami berbagai kemajuan-kemajuan,” ungkapnya.

Saat ini kita menyelenggarakan ME Award yang ke-8. Temanya pun sangat menantang The Rise of Muhammadiyah Millennial Future Leader. “Tema ini dimaksudkan untuk membangun peradaban bangsa. Di tangan para milenial inilah peradaban bangsa berada,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Maka, sambungnya, mari lakukan yang terbaik dan harus dimulai sekarang. Sebab yang survive ke depan adalah yang berkarya mulai saat ini. “Etos seperti ini tetaplah harus diberi muatan teologis, faidza farahta fanshab,” tegasnya.

Saad mengatakan, tidak cukup lomba demi lomba untuk meraih prestasi, tetapi tetap harus bermotifkan teologis. “Maka seluruh proses pendidikan kita sebagai bagian untuk meraih kemajuan peradaban bangsa tidak boleh lepas dari motif teologi. Jangan sampai kita berprestasi dan maju tetapi kemudian jauh dari Tuhan,” pesannya.

Kebaikan bangsa ini telah dimulai dan diteruskan oleh Muhammadiyah. Selamat bertanding untuk semuanya. “Luar biasa, karena tidak hanya dari Jatim, tetapi hadir juga dari Bali, Jateng, dan Sumbawa. Ini semua demi menyiapkan The Rise of Muhammadiyah Millennial Future Leader,” ujarnya kembali disambut tepuk tangan hadirin. (*)

Kontributor Sugiran. Editor Mohammad Nurfatoni.