Begini Cara Membuat Kader Nasyiah Kerasan Berorganisasi

162
Pasang Iklan Murah
Peserta workshop perkaderan Nasyiah. (Nia/pwmu.co)

PWMU.CO – Kaderisasi dengan menyiapkan orang-orang pilihan untuk menjadi motor penggerak roda organisasi diperlukan guna mengatasi krisis kader. Tanpa kaderisasi organisasi bakal mati.

Demikian disampaikan Hervina Emzulia, ketua Departemen Kader Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur dalam Workshop Perkaderan di SD Muhammadiyah 6 Surabaya, Sabtu (21/9/2019).

iklan

Kegiatan ini bertujuan mengembalikan ghiroh ber-Nasyiah dihadiri oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah se Jawa Timur. Acara terbagi atas dua agenda. Pertama, Sistem Perkaderan Nasyiatul Aisyiyah. Kedua, Pemetaan Potensi Kader.

”Sistem Perkaderan Nasyiatul Aisyiyah merupakan suatu rangkaian proses berbagai pelatihan terpadu yang dilakukan secara terencana, terarah, sistematis, berkesinambungan, dan menyeluruh,” kata Hervina.

Dia mengatakan, posisi kader sebagai penggerak inti roda organisasi memiliki fungsi transformasi, sosialisasi dan ideologisasi.

”Dalam Sistem Perkaderan Nasyiatul Aisyiyah terdapat perkaderan yang terbagi atas perkaderan formal, perkaderan non formal, dan perkaderan informal,” ujarnya.

Sementara pembicara lain Amiq Fikriyati menambahkan, dalam proses perkaderan tak lepas dari masalah. Tiap daerah se Jawa Timur menghadapi masalah yang sama. Krisis kader.

Contoh paling konkret, sambung dia, kurangnya personal di masing-masing daerah, cabang maupun ranting Nasyiatul Aisyiyah.

”Berangkat dari kekurangan dan kelebihan dari masing-masing daerah kita bisa memetakan potensi kader sehingga daerah-daerah yang berpotensi dapat membantu daerah lain agar bisa berjalan bersama,” ujarnya.

Proses pengaderan dan kegiatannya juga harus menarik. Alasan kader keluar dari organisasi karena kegiatannya monoton. Perkaderan non formal seperti pelatihan menjadi variasi yang penting agar ber-Nasyiah menjadi asyik.

Menurut dia, desain pelatihan perlu dilakukan agar menarik minat. Setidaknya merujuk pada tiga hal. Yaitu penilaian kebutuhan (need assesment), proses pelaksanaan, dan evaluasi.

Menurut Amiq, kegiatan workshop perkaderan ini tak hanya berhenti pada penutupan namun ada kelanjutan.

” Latihan Instruktur II PWNA Jawa Timur di bulan Desember, besar harapan kami PDNA se Jawa Timur segera melaksanakan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah II dan Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah I bagi yang sudah melaksanakan DANA II,” katanya. (*)

Penulis Nia Ambarwati  Editor Sugeng Purwanto