TPQ Aisyiyah Al Ihsan Juara Umum eLKISI Scout Challenge #2019

176
Pasang Iklan Murah
Waka Kurikulum SMP eLKISI Ardian Zahroni MPd memberikan tropi juara umum putra kepada Zaky Adika Firdaus Muchsin (Rohmatin/PWMU.CO).

PWMU.CO – Dua gelar juara umum diraih Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Aisyiyah Al Ihsan Desa Lebanisuko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, dalam eLKISI Scout Challenge #2019, Jumat-Sabtu (4-6/9/19).

TPQ yang berada satu komplek dengan Panti Asuhan Al Ihsan ini mengirimkan dua regu yaitu Regu Dahlia (putri) dan Regu Garuda (putra) dalam perkemahan dan pendakian tingkat SD-SMA se-Jawa Timur yang diadakan oleh Pondok Pesantren eLKISI Desa Mojodadi Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

iklan

Regu Dahlia merebut juara umum putri karena mampu meraih juara I penjelajahan dan taksir alam; juara I lomba pidato; juara II Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K); juara II lomba memasak, juara II fun game, (juara II) permainan tradisional gobak sodor, juara II bakiak raksasa, juara II Peraturan Baris Berbaris (PBB); juara III tartil, dan juara III tahfidh.

Sementara Regu Garuda maraih juara umum putra karena raihan, juara I pentas seni; juara I tartil Alquran; juara I gobak sodor, juara I penjelajahan dan taksir alam; II P3K, juara II PBB, dan juara III tahfidh.

Regu Dahlia TPQ Al Ihsan memamerkan trop dan piagam penghargaan. (Rohmatin/PWMU.CO).

Pimpinan Regu (Pinru) Zaky Adika Firdaus Muchsin merasa senang ketika menerima tropy juara umum. “Sebelumnya kita tidak pernah mendapat juara umum, alhamdulillah tahun ini kita juara,” ucapnya.

Desi Jariani, pembimbing Pramuka sekaligus guru TPQ mengatakan, keberhasilan ini karena jerih payah anak-anak yang hampir setiap hari berlatih setelah kegiatan mengaji.

“Alhamdulillah dulu ketika sekolah pernah jadi pembina Pramuka, jadi tidak ada kesulitan untuk mengajarkan kepada anak-anak materi pramuka,” tandasnya.

Nurul Mubarakah, ibunda Zaki Adika Firdaus Muchsin mengatakan tujuannya mengikutkan anaknya dalam perkemahan ini supaya mandiri. “Kalau suatu saat dia mondok tidak mbok-emboen (anak mama). Tapi sudah bisa mandiri,” ujarnya. (*)

Kontributor Kusmiani. Editor Mohammad Nurfatoni.