Guru Tamu Apoteker di Sekolah Kreatif Ini Ingatkan Cara Baca yang Benar Resep Obat 3×1 Tablet Sehari

103
Pasang Iklan Murah
Maulana Muhammad menerima cinderamata dari Tendri Cindy Hargesty. (Suyono/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sekolah Kreatif Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) 16 Surabaya kedatangan guru tamu para apoteker yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (ISI), Rabu (9/10/19). Kegiatan yang diikuti 125 siswa kelas V ini dibagi dalam lima kelas dengan dua apoteker di tiap kelas.

Tendri Cindy Hargesty SFam Apt, salah satu guru tamu, menjelaskan cara penggunaan dan penyimpanan obat yang benar. “Obat tidak boleh disimpan di sembarang tempat, namun harus diletakkan dalam kotak P3K”, katanya.

Ia mengatakan, ketika mendapati obat-obat yang sudah kadaluarsa, disarankan agar tidak membuangnya di sembarang tempat. “Obat harus dihancurkan terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak mengganggu lingkungan dan agar tidak didaur ulang oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” pesannya.

Apoteker yang wali murid SDM 16 Surabaya ini menambahkan, sebelum menggunakan obat hendaknya membaca petunjuk dengan benar agar tidak salah ketika minum obat.

“Membaca aturan pakai sangat penting ketika akan minum obat. Misalnya pada bungkus obat tertulis diminum 3×1 tablet sehari berarti kita harus minum obat 1 tablet pada pagi, 1 tablet pada siang, dan 1 tablet pada sore. Bukan minum obat 3 tablet sekaligus dalam satu waktu. Coba banyangkan seandainya kita salah memahaminya maka bisa overdosis”, jelasnya.

Para siswa menunjukkan pin apoteker cilik. (Suyono/PWMU.CO)

Muhammad Abyan Hafidz, siswa kelas V Ibnu Al Muqaffa, mengaku senang dengan kegadiran para apoteker ini. “Aku dapat ilmu baru tentang obat. Senang karena aku bisa tahu cara menggunakan dan menyimpan obat yang benar. Dan Cara mengetahui obat itu herbal atau tidak”, ungkapnya.

Kepala Sekolah Maulana Muhammad ST mengetakan, kegiatan ini bertujuan memberkan edukasi bagaimana mengunakan obat yang benar.

“Dengan ini siswa diharapkan lebih memahami tentang obat sehingga lebih cermat dan bijak dalam memanfaatkan obat sesuai kegunaan dan aturan pakai agar terhindar dari kesalahan dan bahaya penyalahgunaan obat,” ujarnya. (*)

Kontributor Suyono dan Riska Oktaviana. Editor Mohammad Nurfatoni.