Ingin Tahu Akhlak Seseorang, Lihatlah saat Perjalanan Wisata

393
Pasang Iklan Murah
Taufiqullah dalam di Baitul Arqom Pimpinan. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Dr H Tauqfiqullah MPdI mengatakan untuk mengetahui akhlak seseorang bisa dilihat saat dalam perjalanan atau kegiatan wisata.

Ustadz Taufiq, sapaannya, menyampaikan hal itu dalam Baitul Arqam Pimpinan, yang diikuti Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Organisasi Otonom Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik, di Cordoba Convention Hall SMA Muhammadiyah 10 GKB, Sabtu (12/10/19).

Dalam kegiatan yang mengusung tema Reaktualisasi Gerakan Muhammadiyah, Taufiq memaparkan pentingnya warga Muhammadiyah memegang Khittah Palembang.

Dia menjelaskan, dalam Khittah Palembang yang dirumuskan di Muktamar Ke-33 Muhammadiyah tahun 1959 sudah jelas bagaimana kita harus berakhlak yang benar.

“Khittah itu adalah tuntunan, pedoman, dan arahan untuk perjuangan bagi anggota persyarikatan Muhammadiyah. Lha kalau ada warga Muhammadiyah yang bepergian, terus bagaimana kriteria khittah itu dijalankan,” paparnya.

Dalam kegiatan yang digelar Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM Gresik ini Ustadz Taufiq menegaskan, akhlak warga Muhammadiyah harus sesuai dengan 12 langkah dalam Khittah Palembang yang digagas di periode AR Sutan Mansur tahun 1956-1959.

Dalam khittah tersebut, ujarnya, dijelaskan pentingnya menguatkan pribadi pimpinan dan warga Muhammadiyah dengan tauhid, ibadah, akhlak, dan ilmu pengetahuan yang luas.

Dia menelaskan, dalam kalamul alhlak ada ungkapan السفر ميزان الاخلاق
artinya perjalanan bisa menjadi alat ukur perilaku akhlak. Misalnya dalam perjalanan berwisata atau dalam perjalanan haji maka perilaku akhlak yang asli akan muncul denga sendirinya. “Itulah cara kita kalau mau melihat akhlak, baik akhlaknya orang Muhammadiyah atau non-Muhammadiyah. Potret akhlaknya bisa dilihat melalui interaksi dalam perjalanan hidupnya,” ujarnya.

Kontributor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.