Silaturahim Jangan Diterapkan di Luar Konteks Nilai Islam

75
Pasang Iklan Murah
Ahmad Dzulhimam (Neni/PWMU.CO)

PWMU.CO-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)  Porong  mengadakan pengajian bertempat di Masjid Al Muniroh Perguruan Muhammadiyah Porong, Ahad (13/10/2019). Acara dihadiri 100 orang terdiri dari warga Muhammadiyah, Aisyiyah, dan masyarakat sekitar.

Di halaman juga diadakan bazar yang menjual aneka jajanan, makanan, dan minuman. Bazar kali ini diisi dari wali murid SD Muhammadiyah Porong.

Pengajian diisi oleh Ustadz Ahmad Dzulhimam Lc, alumnus SD Muhammadiyah 5 Porong  yang sekarang menjadi Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

Membuka ceramahnya dia surat An Nisa ujung ayat 1. ”Attaqullaahalladżii tasaa’alụna bihii  wal-ar-ḥaam, innallaaha kaana alaikum raqiibaa.

Artinya, bertakwalah kepada Allah yang dengan  nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kamu.

Menurut Ahmad Dzulhimam, penggunaan kata silaturahim saat ini banyak disalahgunakan untuk kumpul-kumpul di luar konteks Islam. Padahal konteks kata itu mengundang berkumpul karena  iman Islam.

”Jika berkumpul untuk mengidolakan patung atau minum minuman keras bukan silaturahim namanya,”  kata mantan ketua PDM Kabupaten Sidoarjo ini.

Disebutkan, tata cara urutan silaturahim supaya langgeng dan Islami itu memberi salam, menyajikan makanan, mempererat tali persaudaraan, shalat malam, ikhlas karena Allah.

”Melihat kondisi negara saat ini yang saling mencurigai dan menyerang, seharusnya pemerintah bisa mengadakan silaturahim nasional agar setiap elemen masyarakat bisa mempererat tali persaudaraan, sehingga persatuan bisa terwujud,” tuturnya. (*)

Penulis Kusnaini Utomo  Editor Sugeng Purwanto