Dadang Kahmad Buka Musycab PCIM Malaysia, Ini yang Dibicarakan

39
Pasang Iklan Murah
Prof Dadang Kahmad membuka Musycab PCIM Malaysia. (Agus Setiawan/PWMU.CO)

PWMU.CO–Bumi ini milik Allah terlepas dari batasan negara yang sifatnya artifisial. Karena itu Pergerakan Muhammadiyah dan warganya harus meluas, mencakup masyarakat dunia. Setiap aktivis Muhammadiyah seharusnya menjadi warga global.

Demikian disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad saat memberikan sambutan pada Musyawarah Cabang (Musycab) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCIM-PCIA) Malaysia di Kampus Universitas Islam Internasional Kuala Lumpur, Ahad (13/10/19).

Dia menambahkan, paradigma global citizen ini menjadi penting dalam upaya internasionalisasi Muhammadiyah memasuki usianya di abad kedua ini. “Peran PCIM menjadi krusial untuk mempersiapkan warganya menjadi warga global,” ujarnya.

Sekitar 150 anggota PCIM-PCIA Malaysia mengikuti Musycab ke-3 untuk mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2015-2019 dan menentukan kepemimpinan berikutnya.

Saat ini di bawah naungan PCIM-PCIA ada tujuh Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan lima Pimpinan Ranting Istimewa Aisyiyah (PRIA). Selain itu ada IMM, MDMC dan juga Lazismu Malaysia.

Mengapresiasi perkembangan ini, Dadang berharap, agar PCIM Malaysia menjadi bangunan terorganisasi yang memperkuat barisan Islam dan ke-Indonesiaan.

Dia kemudian bercerita pengalamannya memaparkan dakwah  Muhammadiyah membangun nilai kebangsaan melalui ribuan institusi pendidikan dan kesehatannya kepada ormas se-Indonesia.

Saat ditanya asal usul dananya, Dadang menjelaskan ciri-ciri pergerakan Muhammadiyah. “Ada tiga ciri yang melandasi persyarikatan yakni ikhlas, ihsan dan ingin bermanfaat untuk orang banyak,” ungkap mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat ini.

Berlandaskan hal itu dan dengan izin Allah, Muhammadiyah menjadi besar dan eksis sampai sekarang. “Juga fokus Muhammadiyah lebih ke pembinaan dan pencerdasan umat, tidak masuk ke domain politik,” jelasnya.

Dia berharap PCIM Malaysia turut mendukung program inovasi media digital Muhammadiyah. “Mari semuanya juga ikut menyukseskan Muktamar Muhammadiyah 2020 di Surakarta dengan tema Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta,” ajaknya. (*)

Penulis Sugiran   Editor Sugeng Purwanto