Muncul Crosshijabers, Muhammadiyah Minta Polisi Selidiki Motifnya

2186
Pasang Iklan Murah
Abdul Mu’ti

PWMU.CO – Media sosial dihebohkan mengenai komunitas crosshijabers yaitu pria berpenampilan menggunakan hijab, bermake up. Bahkan bergaya ala hijab syar’i lengkap dengan cadar. Crosshijaber punya komunitas di Facebook dan Instagram, dengan tagarnya.

Menanggapi aksi nyleneh ini Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti meminta polisi segera menyelidiki kelompok crosshjabers dan akun media sosialnya. Polisi bisa menyelidiki motif di balik kelompok ini.

“Polisi segera menyelidiki terhadap sinyalemen crosshijabers. Polisi dapat menyelidiki akun media sosial yang mereka gunakan. Selain itu polisi dapat menyelidiki siapa para pelaku dan motif di balik aksi yang mereka lakukan,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan di Jakarta, Ahad (13/10/2019).

“Jika ada upaya mereka sengaja melakukan perbuatan yang meresahkan masyarakat, maka dapat dilakukan proses hukum,” ujar Mu’ti yang juga dosen UIN Jakarta.

Mu’ti menyatakan, kelompok crosshijaber yang mengalami penyimpangan psikologi harus dilakukan pembinaan. Seorang pria yang sengaja mengenakan hijab dan cadar menyimpang dari ajaran agama Islam.

“Kalau laki-laki sengaja berbusana perempuan bercadar, memang tidak dapat dibenarkan. Tetapi solusinya tetap berupa pembinaan agama,” tuturnya.

PBNU juga berpendapat tampilan crosshijabers sudah menyimpang dari ajaran Islam. “Ya menyimpang ajaran fikih, maksudnya apa datang ke masjid ditutupi pakai hijab. Ini di luar ajaran Islam,” kata Ketua PBNU KH Abdul Manan Gani kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

Manan menjelaskan, dalam ajaran Islam seorang pria tidak boleh memakai hijab. Dia juga mempertanyakan maksud dan tujuan komunitas crosshijaber.

Menurut dia, ini kayak seorang laki-laki yang menyerupai perempuan. Berarti perilaku menyimpang. “Sudah menyalahi budaya. Kalau shalat ditutupi mau apa? Laki-laki jidat harus dibuka,” tandasnya. (*)

Editor Sugeng Purwanto