Dunia Itu Ibarat Air, Begini Tafsirannya

89
Pasang Iklan Murah
Muhammad Junaidi

PWMU.CO-Subuh Barokah diadakan di Masjid Syarif Komplek Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Barat Surakarta, Ahad (13/10/19).

Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Syamsul Hidayat MAg menjadi imam shalat Subuh. Kemudian kajian bakda Subuh disampaikan oleh Muhammad Junaidi.

Muhammad Junaidi menyampaikan, dalam Alquran Allah membuat perumpamaan dunia itu seperti air. “Imam al-Qurthubi rahimahullahu menerangkan empat alasan mengapa Allah menyerupakan dunia dengan air sebagaimana disebut dalam surat Al Kahfi ayat 45,” katanya.

Pertama, sambung dia, air selalu mengalir dan habis tidak tersisa. “Sama halnya dengan kehidupan dunia yang serba fana. Pada saatnya dia akan hilang dan habis tidak tersisa,” jelasnya.

Kedua, air tidak bisa diam di satu tempat. Jika air berdiam atau menggenang lama di satu tempat maka ia akan rusak. “Begitu halnya kehidupan dunia. Dia selalu berubah tidak tetap dalam satu keadaan,” tuturnya.

Ketiga, sesuatu apapun jika terkena air pasti akan basah. Tidak ada yang tidak. “Seperti hidup di dunia pasti akan terkena ujian. Entah kesenangan, kesedihan dan lainya. Sebesar apapun ujian yang kita anggap besar yang Allah timpakan kepada kita tidak akan pernah melebihi  di atas kesanggupan kita. La yukallifullahu nafsan illa wus’ahā,” kata Junaidi.

Keempat, air jika pas takarannya akan  bermanfaat. “Begitu halnya kehidupan dunia. Jika kita memilikinya sesuai kebutuhan maka dia akan bermanfaat. Sebaliknya jika kita memiliki kehidupan dunia secara berlebihan. Maka ia bisa mendatangkan bahaya dan membinasakan,” tandasnya.

Acara Subuh Barokah dihadiri warga Kelurahan Makamhaji dan mahasantri Pondok Shabran. Usai ceramah jamaah sarapan bareng ayam bakar dan teh hangat. (*)

Penulis Faiz Rijal Izzuddin  Editor Sugeng Purwanto