Saat Siswa SDMM Ajak EP Portugal Bikin Topeng Tradisional dari Koran Bekas

85
Pasang Iklan Murah
Renata sedang mencoba membuat topeng tradisional. (Zaki Abdul Wahid/PWMU.CO)

PWMU.CO – Siswa kelas V SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik mengenalkan cara membuat topeng tradisional kepada Exchange Participant (EP, Peserta Pertukaran) asal Portugal Renata Machado Krakhofer Marnoco e Sousa, Rabu (16/10/19).

Akmal Hanif Ahza dan Pradipta Maulana Harda menjelaskan cara membuat topeng tradisional dari koran dengan bahasa Inggris.

Fill the balloon with air and cut the paper,” ujar Dipta—sapaan Pradipta Maulana Harda—mengawali penjelasan mengisi balon dengan udara dan memotong kertas koran terlebih dahulu.

Then we paste the papers to the balon with glue,” lanjut Akmal menjelaskan cara melekatkan potongan kertas koran ke balon dengan lem.

Usai dilapisi dengan kertas koran, balon dikeringkan tapi tidak di bawah sinar matahari karena bisa meletus. Sambil menunggu balon kering, anak-anak menyimak penjelasan Renata tentang negaranya.

Salah seorang siswa memeragakan topeng yang jai seteah proses pengeringan. (Zaki Abdul Wahid/PWMU.CO)

Kegiatan membuat topeng berlanjut setelah balon kering. Anak-anak mulai menggunting ujung balon dan membelahnya menjadi dua bagian yang sama. Mereka mulai membentuk mata, hidung, dan mulut dengan menambahkan kertas lagi sesuai dengan karakter topeng yang diinginkan, lalu keringkan.

Setelah kering, anak-anak memberi warna pada topeng dengan menggunakan cat air sesuai dengan karakter topeng yang diinginkan, lalu keringkan kembali. “Jangan lupa memberi lubang pada mata topeng dengan menggunakan silet,” ujar Dipta.

Renata tampak antusias mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan anak-anak. Sesekali ia bertanya kepada siswa di sampingnya, untuk memastikan apakah hasil karyanya sudah benar. “It’s very funny and everyone very engaged in the concentrated in the activity,” ujar Renata di sela membuat topeng. Dia mengaku kegiatan ini menyenangkan dan semua sibuk serta penuh konsentrasi. (*)

Kontributor Zaki Abdul Wahid. Editor Mohammad Nurfatoni.