Tingkatkan Semangat Belajar, 154 Siswa Kelas VI SD Mugeb Ikuti Outbound

41
Pasang Iklan Murah
Siswa-siswi SD Mugeb bermain estafet air, (David/PWMU.CO)

PWMU.CO – SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) mengadakan kegiatan outbound di Obech Adventure, Pacet, Mojokerto, Senin (14/10/19). Sebanyak 154 siswa kelas VI mengikuti berbagai permainan, di antaranya estafet air, labirin, estafet bola, dan tracking.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Siti Latifah menjelaskan, selain untuk meningkatkan semangat belajar, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk karakter anak. “Karakter yang ingin dibentuk dengan permainan ini adalah kerjasama, kemandirian dan konsentrasi,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan upacara penyerahan pihak sekolah kepada tim Generasi Emas, selaku provider outbond. Yang menarik dalam upacara ini adalah pelepasan dua burung merpati oleh Siti Latifah.

“Pelepasan burung merpati ini sebagai simbol dari tujuan outbond kita, yaitu melepaskan cita-cita anak setinggi langit sesuai dengan potensinya masing-masing” jelas dia.

Estafet air menjadi permainan paling favorit bagi peserta. Muhammad Rizky Ramadhani, salah satu peserta dari kelas VI-Ali bin Abi Thalib mengaku sangat antusias saat memainkan permainan ini. “Seru sekali bisa main air, bisa memindah air dari satu ujung ke ujung lain melewati plastik, tidak boleh bocor,” kata Rizky.

Peserta lain, Cahaya Raya Rahma Trisnawinata, juga mengungkapkan kegembiraannya bisa basah-basahan main air. “Seneng aja bisa main air, airnya dingin segar sekali” ungkap siswi kelas VI-Abu Bakar.

Latifah menyatakan, permainan estafet air ini bertujuan untuk melatih kerjasama dan konsentrasi anak. Bagaimana caranya anak-anak dapat memindahkan air dari ujung plastik ke ujung lainnya. Selain permainan outbound, siswa-siswi juga diajak tracking melewati kondisi lingkungan Pacet yang masih alami.

“Murid-murid kita kan sudah terbiasa dilayani oleh orangtua, jadi ketika mereka kembali dari tracking dengan kondisi pakaian dan sepatu yang basah, sehingga membuat mereka melepas sepatu,” jelas Latifah.

Padahal, tambahnya, mereka tidak terbiasa berjalan tanpa alas kaki. Barulah semua keluhannya mulai keluar. “Namun, itu semua bertujuan agar anak-anak bisa berlatih mandiri,” imbuhnya. (*)

Kontributor Viki Safitri. Editor Mohammad Nurfatoni.