Dari Mendongeng hingga Bikin Vlog, Peringatan Bulan Bahasa di Berlian School

83
Pasang Iklan Murah
M Nor Qomari di acara punak Bulan Bahasa Berlian School. (Firdausi Nuzula/PWMU.CO)

PWMU.CO – Menyemarakkan Bulan Bahasa Oktober 2019, SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Seperti membuat seruan hidup sehat yang dirangkai dalam pohon literasi, menulis surat untuk sahabat, mendongeng, bikin puisi, menulis pantun, hingga membuat vlog.

Ketua Panitia Bulan Bahasa Berlian School Nanda Puspita Anggraini SSn mengatakan even ini diselenggarakan selama empat hari, mulai hari Senin sampai Jumat. “Dan hari ini, Jumat 18 Oktober, adalah puncak acaranya,” ujarnya.

Dia menambahkan, rangkaian perlombaannya dilakukan di dalam kelas masing-masing pada awal pembelajaran. Tujuannya untuk melatih pembiasaan literasi anak-anak. “Bulan Bahasa ini even pertama di sekolah kami, dan insyaallah akan rutin diadakan setiap bulan Oktober,” terangnya.

Acara puncak yang digelar di selasar perpustakaan sekolah itu semakin meriah dengan pakaian nuansa biru merah. Seluruh siswa SD Muhammadiyah 2 GKB mengikutinya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB M Nor Qomari SSi mengatakan even ini diselenggarakan sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi anak-anak.

Melalui peringatan Bulan Bahasa, Ari sapaan akrabnya, mengajak anak didiknya untuk melestarikan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 ini diawali dengan menyanyikan lagu. Setelah itu Ari, sapaan kpala sekolah, mengajak anak-anak menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa. “Agar tertanam di benak anak-anak bahwa Bahasa Indonesia adalah ciri khas negara kita,” tuturnya.

Menurut Waka Bidang Kurikulum Rohmawati MPd anak-anak harus open mind (terbuka pikirannya) dalam segala informasi yang berkembang saat ini. Misalnya dengan meningkatkan literasi mereka agar gemar membaca. “Banyak cara lain untuk meningkatkan literasi, salah satunya dengan membuat vlog,” tambahnya.

Tidak hanya anak-anak, lanjutnya, kita sebagai guru juga perlu meningkatkan kemampuan literasi sebagai bahan pembelajaran juga kepada anak didik kita. (*)

Kontributor Firdausi Nuzula. Editor Mohammad Nurfatoni.