Jika Ranting Ingin Unggul Gerakkan AMM

3555
Pasang Iklan Murah
Uzlifah dan Nugraha Hadi Kusuma saat mengisi Darul Arqam AMM Dengok Paciran. (Azka/PWMU.CO)

PWMU.CO-Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) merupakan motor untuk menjadikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah unggul. Karena itu setiap ranting harus memperhatikan anak-anak mudanya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PWM Jawa Timur Nugraha Hadi Kusuma pada Darul Arqam Angkatan Muda Muhammadiyah Dengok Paciran Lamongan, Jumat (18/10/2019).

Nugraha menjelaskan, banyak hal yang bisa dilakukan dengan mendirikan berbagai macam amal usaha untuk memajukan ranting. “Amal usaha tidak harus pendidikan dan kesehatan. Bisa yang lain, misalnya, catering, guest house, rumah kos, perkebunan dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Menurut Nugraha, karena AMM menjadi salah satu motor penggerak ranting untuk itu semua jajaran pimpinan ranting Muhammadiyah maupun Aisyiyah memperhatikan kader muda. Libatkan mereka dalam setiap kegiatan dan mendukung serta memfasilitasi program mereka.

Dia melihat, PRM Dengok yang sudah mempunyai potensi hendaknya memberikan perhatian lebih  pada  AMM. ”Begitu juga AMM jangan biarkan ayah dan ibu kita ini bergerak sendiri,” ujarnya.

Sementara Ketua Majelis Pembinaan Kader PDA Kota Malang Uzlifah menyampaikan, salah satu indikator ranting itu hidup apabila organisasi otonom hidup.

Ada empat hal yang harus dilakukan oleh seorang pimpinan untuk menghidupkan organisasi. Yaitu lead, bisa memimpin, influence bisa memengaruhi, guidance,  membimbing dan direct bisa memerintah.

Dia juga menyebutkan pemimpin juga harus selaras dengan keputusan organisasi. Karena itu ada 7 cerminan  komitmen pimpinan Muhammadiyah. Yaitu mengikatkan diri pada paham agama dan Muhammadiyah secara utuh, mengembangkan wawasan, taat pada keputusan organisasi, musyawarah dan ukhuwah, menjadi pelaku gerakan yang amanah, berkiprah untuk memajukan Muhammadiyah, bangsa dan dunia serta memperkokoh sistem gerakan dan tidak poligami ideologi.

”Menjalankan amanah Muhammadiyah itu harus total tidak bisa dijadikan sambilan apalagi  mendua,” tandasnya. (*)

Penulis Azka  Editor Sugeng Purwanto