Kenalkan Batik Shibori, SMAMIV Ikut Pameran di Hello Campus

415
Pasang Iklan Murah
Stan SMAMIV di Hello Campus memamerkan bati shibori. (Kiki/PWMU.CO)

PWMU.CO– SMAM 4 Surabaya (SMAMIV) meramaikan acara Hello Campus dengan membuka stan pameran di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Kamis-Ahad (17-20/10/2019).

Pameran pendidikan ini diikuti perguruan tinggi swasta dan negeri serta SLTA. Stan SMAMIV berada di nomor 05 dengan memamerkan batik shibori.

“Batik shibori sebetulnya istilah dari Jepang yang sedang marak di Indonesia khususnya Surabaya,” ujar Panca Setyaning Ati, guru Seni Budaya SMAMIV sekaligus pembina pembuatan batik shibori.

Indonesia punya batik yang mirip seperti shibori. Namanya batik jumput. Disebut juga batik celup atau batik ikat. Penamaan ini berkaitan dengan proses pembuatannya yang bagian tak diwarnai diikat dengan palstik.

Menurut dia, batik shibori digemari warga dunia karena teknik pengikatannya lebih variatif. Corak dan motif yang dihasilkan lebih bervariasi.

Baca Juga:  Dengan Kostum dan Ide Unik, Siswa SMAMIV Juarai UBS Youthcon 2019

Panca, panggilannya, mengatakan, batik shibori atau batik jumput belum bisa dikatakan sebagai batik. “Definisi dari pakar seni, dinamakan batik haruslah menggunakan canting dengan penghalangnya berupa malam. Sedangkan batik shibori dan batik jumput, penghalangnya menggunakan ikatan-ikatan tali, lipatan-lipatan dengan berbagai macam variasinya,” katanya.

Karena prosesnya lebih sederhana inilah, sambung dia, batik shibori lebih diminati anak-anak muda. Sedangkan batik tulis, mereka kurang telaten karena pengerjaannya lebih rumit. Proses pewarnaan dan pembilasan juga lama bisa sampai berminggu-minggu. Bahkan ada yang berbulan-bulan.

Kreasi batik shibori yang dipamerkan ini dibuat oleh siswa kelas XII SMAMIV. Dijadikansarung bantal, baju, atau pernak-pernik lainnya.

Baca Juga:  Ternyata Membatik Tak Serumit Gambarnya, Buktinya Anak-Anak Ini Bisa

Di stan ini ada pelatihan membatik jumput gratis, lukis henna tangan, lukis sepatu, fotografi (photobooth), makanan dan minuman sehat buatan sendiri. Bantal batik shibori dijual Rp 100 ribu sudah terjual  10 buah. Begitu juga cheese cake buatan siswa banyak terjual. Lukis tangan henna oleh Khansa, siswi kelas XI juga ramai diserbu pengunjung.

“Dari belajar otodidak, saya sudah biasa melukis henna tangan sejak kelas 6 SD. Henna ini saya racik sendiri,” ujar Khansa.

Selain itu SMAMIV juga menyuguhkan penampilan dari tim Paskib di panggung yang disediakan panitia, Sabtu (19/10/2019).

Masih ada sehari lagi untuk mengunjungi stan pameran SMAMIV di acara Hello Campus yang dipersembahkan oleh Jawa Pos dan didukung oleh Zetizen. (*)

Penulis Kiki Cahya Muslimah  Editor Sugeng Purwanto