IHT Mugeb School: Puncak Kecerdasan adalah Rendah Hati

91
Nanang Sutedja saat memberikan sambutan. (Wafiq/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) Nanang Sutedja SE MM memberikan sambutan pada kegiatan In House Training (IHT) di Cordoba Convention Hall, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Sabtu (2/11/19).

IHT diikuti oleh 135 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekokah, dan guru-guru Mugeb School yaitu SDM 1 GKB, SDM 2 GKB, SMPM 12 GKB, dan SMA 10 GKB Gresik.

Nanang menyampaikan tiga hal penting kepada peserta IHT. Pertama, tentang growing people growing organisation. Setiap kompetensi yang diperoleh harus di sharing-kan, agar ilmu tersebut berkembang. Ilmu yang berkembang akan meningkatkan kompetensi, hingga akhirnya berdampak pada kemajuan suatu organisasi. “Kalau HRD-nya aktif, maka organisasi juga akan terus tumbuh,” terangnya.

Baca Juga:  Tiga Relasi Ini Harus Dibangun demi Kemajuan Bangsa Indonesia

Kedua Muhammadiyah GKB tidak boleh terpaku dengan dirinya sendiri. “Kompetensi yang didapat melalui pelatihan, harus dibagikan kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah yang lain, karena sekolah Muhammadiyah diharapkan menjadi sekolah pelopor perkembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan,” ujarnya.

Ketiga, harus memiliki manajemen berfokus. “Apa perbedaan antara perhatian, konsentrasi dan fokus?” tanya Nanang kepada peserta.

“Jika ada yang bisa menjawab dengan benar nanti saya kasih handphone saya,” ucanya. Perkataan Nanang sontak membuat semua peserta tertawa.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Perhatian hanya sekadar mengamati saja, namun belum tentu fokus. “Misalkan, Bapak Ibu datang ke sini itu sudah perhatian, tetapi belum tentu fokus, karena ada yang masih sibuk dengan handphone-nya masing-masing,” kata Nanang. Jadi, tidak hanya perhatian, tetapi yang paling penting adalah fokus.

Baca Juga:  Ada Makna Esensial di Balik Mugeb Gowes, Tak Sekadar Kucurkan Keringat dan Gelontorkan Lemak

Di akhir sambutanya, Nanang berpesan aga menjadikan kompetensi sebagai jembatan untuk menyalurkan ilmu kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah yang lain. “Puncak dari segala kecerdasan adalah rendah hati,” jelasnya. (*)

Kontributor Viki Safitri. Editor Mohammad Nurfatoni.