Murid Menyanyi I Go Back Slowly-Slowly, Tim Penguji Tertawa Ngakak

341
Pasang Iklan Murah
Monev pembelajaran Math Lesson. (Didit Pringadih/PWMU.CO)

PWMU.CO-MTs Muhammadiyah 1 Taman (MTs Muh1ta) Sidoarjo mendapat kunjungan Pusat Pengembangan Laboratorium Pendidikan (P2LP) Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (5/11/2019). Kunjungan ini untuk Monitoring dan Evaluasi (Monev) International Class Program (ICP).

Kelas ICP salah satu program unggulan sekolah di samping tahfidh dan life skill. ”Kelas ICP adalah kelas unggulan guna mewadahi siswa di bidang Bahasa Inggris,” ungkap Kepala MTs Muh1ta Amrozi.

Kelas yang didirikan tahun 2015 ini mengadopsi kurikulum dari Cambridge University, Inggris. Monev dilaksanakan guna melihat implementasi pembelajaran di kelas ICP untuk mata pelajaran English, Math, dan  Science.

Guru Science Ustdazah Miftakhul Jannah SPd mengatakan, cukup deg-degan ketika dilaksanakan Monev. Sebab ini pertama dia dimonitoring dan dievaluasi mulai cara mengajar dan kurikulum.

”Saya merasa deg-degan, sampai-sampai kemarin harus kelupaan makan gara-gara persiapan monev,” cerita Mita, panggilan akrabnya.

Berbeda dengan guru mapel Math Ustadzah Erly Rizna Fitri SPd yang terlihat sangat tenang dan percaya diri. Terlihat dari serangkaian persiapan yang sudah diselesaikan sebelumnya.

”Meski ini Monev pertama bagi saya, saya yakin bisa memberikan yang terbaik untuk MTs Muh1ta,” kata Erly.

Tim Monev P2LP UM Miss Ayu Alif Nur Maharani Akbar SPd menjelaskan, hasil evaluasi secara umum implementasi pembelajaran sudah memenuhi standar yang ditentukan. Tapi ada yang perlu ditingkatkan, misalnya dalam hal gaduhnya anak-anak.

”Secara keseluruhan sudah bagus, cuma gaduhnya anak-anak tolong dikondisikan,”, tutur Ayu.

Menurut dia, dalam proses interaksi sudah terbangun kesadaran berbahasa Inggris. Tampak dalam komunikasi yang terjadi. Siswa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan percaya diri.

Tim lainnya Mrs Mirjam Anugerahwati MA juga berkomentar senada. Dia merasa geli juga mendengar bahasa Inggris siswa yang asal terjemah. Bahkan saat menggoda temannya juga berbahasa Inggris pasaran ini.

Misal, muncul kata yes-in biar faster. Maksudnya, diiyakan saja ketika digoda, biar makin cepat.

Atau ada kalimat I’m still blue. Maksudnya aku masih lugu. Kalimat itu muncul ketika ada yang menggoda pakai kata you are 17th. Kamu berusia 17 tahun.

”Ada yang nyanyi Mundur Alon-alon,  di-Inggriskan I go back slowly-slowly. Lucu, mau saya rekam,” katanya.

Kata yang populer untuk bahasa Inggris model begini seperti walking-walking untuk jalan-jalan. Woles atau selow untuk slow. Your eyes kata kata umpatan Matamu. Lebih lucu lagi bahasa Inggrisnya aku kurang enak badan menjadi my body not delicius. (*)

Penulis Heru Suprayogi  Editor Sugeng Purwanto