Temukan Permainan Matematika Menarik di SDMM, Tim Cambridge ID 110: Ini Bisa Jadi Contoh Sekolah Lain

670
Pasang Iklan Murah
Kepala SDMM Ahmad Faizun mendampingi supervisor P2LP UM Santi Irawati saat monev di kelas IV Al Huda. (Ria Pusvita Sari/PWMU.CO)

PWMU.COTim Cambridge Assessment International Education (CAIE) ID 110 Pusat Pengembangan Laboratorium Pendidikan (P2LP) Universitas Negeri Malang (UM) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke beberapa sekolah mitra, salah satunya SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik.

Tim P2LP UM Dr Mirjam Anugerahwati MA, Dra Santi Irawati MSi PhD, dan Siti Julaikhah SAB tiba di SDMM, Kamis (7/11/19) siang. Sebelumnya, mereka melakukan monev di TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) Manyar Gresik, yang berlokasi tak jauh dari SDMM.

Kegiatan monev dilakukan di kelas III Zaitun, IV Al Huda, dan VI Azhar Basyir yang saat itu terjadwal pelajaran Cambridge. Guru kelas III Zaitun Reza dwi Anistawati mengajarkan materi Measurement in Length, guru kelas IV Al Huda Ita Muflikhatul Ummah mengajarkan materi Identifying and Grouping Animals, dan guru kelas VI Azhar Basyir Syafa’atul Ilmiyah mengajarkan materi Story. Kegiatan supervisi berlangsung selama dua jam pelajaran untuk tiap kelas.

Head Centre of Cambridge Assessment International Education (CAIE) ID 110, Universitas Negeri Malang Dr Mirjam Anugerahwati MA mengapresiasi pembelajaran secara umum di SDMM. Menurutnya, semua siswa tampak aktif dan antusias belajar di kelas. Mirjam juga mengaku suka dengan batasan waktu oleh guru untuk setiap aktivitas anak-anak. “30 detik, 60 detik, dan lain-lain. Saya suka itu,” ujarnya.

Ia menyarankan, assessment yang sudah bagus perlu ditambah scoring rubric (rubrik skor) supaya lebih jelas dan terarah. “Jangan lupa kasih kode juga pada indikator Cambridge-nya,” tuturnya.

Suasana pelaksanaan monev di kelas VI Azhar Basyir. (Ria Pusvita Sari/PWMU.CO)

Sementara itu, permainan Matematika terkait Measurement in Length menarik perhatian Tim Pengembang International Class Program (ICP) Dra Santi Irawati MSi PhD saat proses monev berlangsung. Ia bahkan sengaja memotret untuk dokumentasi pribadinya. “Ini bisa jadi contoh ketika ada workshop Matematika untuk guru di sekolah lain, bahwa Matematika bisa juga menjadi menarik,” kesannya.

Permainan materi pengukuran disajikan dalam bentuk estafet soal. Tiap kelompok diberikan beberapa soal dan potongan kertas bertuliskan jawaban konversi satuan panjang.

Setiap siswa dalam tiap kelompok secara bergiliran mengambil satu potongan kertas, menghitung, dan berlari menempelkannya pada kolom satuan panjang yang sesuai. Mereka sangat antusias sambil lompat kegirangan saat teman dalam kelompoknya berhasil menemukan pasangan konversinya.

Santi mengaku terkejut dengan reaksi siswa saat mengikuti permainan pengukuran itu. “Anak-anak excited banget sampai jingkrak-jingkrak,” ujarnya tersenyum.

Permainan estafet soal pengukuran. (Ria Pusvita Sari/PWMU.CO)

Ia juga mengapresiasi pembelajaran di SDMM yang English delivery-nya (pengantar bahasa Inggris) sangat bagus. Apalagi pelajaran IPA yang explanation-nya (penjelasannya) mostly (kebanyakan) English. “Padahal Science itu banyak istilah-istilah khusus yang cukup sulit,” ungkapnya.

Santi menyarankan, guru boleh menuliskan beberapa kata kunci di papan tulis untuk membantu pemahaman siswa terhadap istilah-istilah tertentu, misalnya kata kunci yang digunakan untuk mengklasifikasi.

Ia menuturkan, guru perlu mencoba soal listening dalam Matematika dan menambahkan variasi soal High Order Thinking Skill (HOTS) pada LKS-nya. “Yang lainnya amazing (luar biasa). Muridnya aktif dan manut-manut (santun),” kesannya. (*)

Kontributor Ria Pusvita Sari. Editor Mohammad Nurfatoni.