OCD di Spemupat: Dari Apel Siswa hingga Dolanan Tradisional, Ini Naskah Deklarasi Sekolah Ramah Anak

165
Pasang Iklan Murah
Deklarasi Sekolah Ramah Anak Spemupat (Dimas Hasbi Assiddiqi/PWMU.CO)

PWMU.COSMP Muhammadiyah 4 (Spemupat) Giri, Kebomas, Gresik memperingati Hari Anak Internasional sekaligus melakukan deklarasi Sekolah Ramah Anak, dengan kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas alias Outdoor Classroom Day (OCD), Kamis (7/11/19).

OCD dimulai tepat pukul 06.30 WIB di lapangan Perguruan Muhammadiyah Giri Jalan Sunan Prapen I/17 Giri, Kebomas, Gresik. Pada hari sebelumnya seluruh siswa sudah diingatkan untuk berseragam olahraga dan membawa bekal dari rumah.

Acara diawali dengan apel siswa. Kepala Spemupat Nung Muawanah MPd berpesan agar para siswa merasakan hari anak sebagai wujud kegembiraan.

”Masa anak-anak adalah masa yang harus menggembirakan. Selagi anak-anakku belum membawa identitas KTP, maka nikmatilah masa anak-anak di mana saatnya bergembira, bermain, dan memperbanyak teman,” ungkapnya sambil mengingatkan melalui ‘tepuk hak anak’.

“Tepuk hak anak: prok-prok-prok. Hak hidup: prok-prok-prok. Tumbuh kembang: prok-prok- prok. Perlindungan: prok-prok-prok. Partisipasi: yes yes yes,” ajak Nung pada siswa mengikutinya.

Dia mengingatkan akan hak sebagai anak yang memiliki kehidupan di manapun keberadaannya untuk mendapatkan hak tumbuh kembang menjadi manusi yang sejati, mendapatkan perlindungan dari siapa pun, dan harus berpartisipasi di tengah-tengah kehidupan keluarga.

“Mulai saat ini kalian harus tahu hak anak yang akan Anda bawa dan tahu mana yang menjadi hak Anda sembari kewajiban tetap dilaksanakan sebagai anak yang sholeh berbakti kepada orang tua dan bangsa,” pesannya.

Sedang main lompat tali. (Dimas Hasbi Assiddiqi/ PWMU.CO)

Setelah apel siswa, OCD diisi senam germas ceria, makan pagi, dan bermaian dolanan tradisional. Para guru sudah mempersiapkan permainan bentengan, gobak sodor, kaji-kajian, boirengan kreweng, dakon, dan lompat tali.

Ternyata banyak di antara siswa yang tidak mengenal permainan-permainan tersebut seperti diakui Naila Dinata Arsika, siswa kelas VII B. ”Permainan ini (gobak sodor dan bentengan) tidak saya ketahui, karena di rumah tidak pernah main ini dan tidak ada lapangan di perumahan saya,” akunya.

OCD ditutup dengan deklarasi ‘Sekolah Ramah Anak’ yang dibacakan oleh satu per satu tiap perwakilan kelas. Berikut naskahnya:

Deklarasi Sekolah Ramah Anak

  1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Mewujudkan sekolah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif, dan nyaman bagi perkembangan peserta didik.
  3. Menghargai hak-hak anak, menjadi motivator, fasilitator sekaligus sahabat peserta didik.
  4. Menciptakan sekolah bebas dari vandalisme, kekerasan fisik, dan non-fisik.
  5. Menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok, minuman keras, dan Napza.
  6. Membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajar dan tempat pendidikan setelah keluarga.
  7. Menciptakan lingkungan sekolah bebas pornografi dan porno aksi. (*)

Kontributor Dimas Hasbi Assiddiqi. Editor Mohammad Nurfatoni.