Ada Tarjim Alquran dengan Gerakan pada Peringatan Maulid Nabi di SD Berlian School

195
Pasang Iklan Murah
Mar’atus Sholihah (tengah) saat memimpin tarjim (Ahmad Nasafi/PWMU.CO)

PWMU.CO – SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) punya cara tersendiri dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sekolah ini mengajak seluruh siswa berkumpul di lapangan sekolah dengan beberapa kegiatan, Jumat (8/11/19).

Menurut Wakasek Kesiswaan Irma Sonya Suryana SKom, kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan kembali sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta kejadian bersejarah lainnya menjelang kelahirannya.

“Memperkuat kembali rasa cinta kita terhadap Nabi Muhammad SAW, namanya cinta kalau tidak diperkuat kan bisa melemah ya,” jelasnya kepada PWMU.CO.

Sebanyak 729 siswa sudah terduduk rapi di lapangan sejak pukul 06.45 WIB dengan membaca surat Alfatihah dan Annaas, dengan terjemahan yang disertai gerakan.

Pemimpin Gerakan Tarjim Mar’atus Sholihah SPdI menjelaskan, tarjim (terjemahan) dengan gerakan ini sengaja disuguhkan dalam mmperingati Maulid Nabi Muhammad SAW supaya anak-anak tidak lupa dengan arti dari surat pendek itu sendiri.

“Supaya siswa kelas satu juga bisa mengikuti, kita ambil surat yang sudah dan mudah dipelajari,” jelas Eka, sapaan akrabnya.

Imroatus Sa’adah saat mendongeng kisah pasukan bergajah (Ahmad Nasafi/PWMU.CO)

Tidak hanya bertarjim dengan gerakan, dalam peringatan ini seluruh siswa juga diajak mendengarkan dongeng dari anggota tim Al Islam Berlian School Imroatus Sa’adah SPdI tentang rencana penghancuran Kakbah sampai kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dengan mimik serius mereka memerhatikan cerita tentara burung Ababil yang menghadang pasukan bergajah Abraham

“Dengan bantuan Allah, didatangkanlah pasukan burung Ababil untuk menjatuhkan kerikil dari neraka kepada pasukan Abraham. Lalu apa yang terjadi?” tanyanya dengan mengerutkan dahi.

Kegiatan yang juga bertujuan untuk memahamkan siswa terkait perayaan Maulid Nabi ini diakhiri dengan menyanyikan lagu dari Runa & Syakira berjudul Maulid Nabi.

Kontributor Ahmad Nasafi. Editor Mohammad Nurfatoni.