Gandeng Satlantas Polres Gresik, SD Mugeb Demonstrasikan Safety Riding

73
Pasang Iklan Murah
Bripka Arif Dalsim dan Bripka Sherli Vankip beserta dua waka dan empat siswa sedang mendemonstrasikan safety riding (Vidy Izzul/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tim Patroli Keamanan Sekolah (PKS) SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik—atau yang dikenal dengan SD Mugeb—resmi dilantik oleh Satlantas Polres Gresik di lapangan SD Mugeb, Kamis (7/11/19).

Pelantikan yang dilakukan oleh KBO Satlantas Polres Gresik IPTU Khairul Alam SH ini mengusung tema “Aku Pahlawan Masa Kini, Siap Menjadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas” dan diikuti 154 anggota PKS yang berasal siswa kelas V.

Selepas pelantikan, mereka dikenalkan dengan safety riding (berkendara yang aman) yang didemonstrasikan oleh Bripka Arif Dalsim dan Bripka Sherli Vankip dengan mengendarai motor gede (moge).

Dari SD Mugeb, diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah (waka) Umum M. Taufik MPd dan Waka Kurikulum Erna Achmad MPd dengan mengendarai motor Vespa.

Ferdian Sanjaya, (V-Ahmad Dahlan), Reghan Hafaz Nararya (V-AR Fachruddin), Saffana Az Zahra (V-Mas Mansyur), dan Amira Althafunniza Syafianolla (V-Sudirman) mengikuti praktik safety riding dengan dibonceng oleh para polisi dan waka.

Sebelum dilakukan safety riding, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik IPDA Darwoyo SH memberikan penjelasan bagaimana cara agar kita bisa tertib berlalu lintas.

“Kita akan memberikan contoh bagaimana pahlawan masa kini mampu menjadi pelopor tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Menurutnya, tidak orang tua saja yang wajib menggunakan helm dalam berkendara tetapi anak-anak juga. Tim PKS SD Mugeb ini adalah pahlawan masa kini yang mampu menjadi pelopor berlalu lintas.

“Usia dini saja sudah tertib berlalu lintas bagaimana dengan usia dewasa harus lebih bisa. Nah, tim PKS SD Mugeb akan membuktikannya,” tandasnya.

SD Mugeb, melalui tim PKS berkomitmen menjadi pelopor berlalu lintas dengan mempraktikkan bagaimana tata cara menggunakan helm yang benar. “Gunakan helm yang berstandar SNI,” ajaknya.

Darwoyo juga menyampaikan bahwa memakai helm tidak sembarangan. “Memakai helm yang baik dan benar harus sampai bunyi ‘klik’, talinya sudah benar, talinya sudah terkait sampai bunyi ‘klik’. Kalau jatuh, kepala kita bisa terlindungi,” jelasnya.

Demonstrasi cara membonceng yang benar. (Istimewa/PWMU.CO)

Setelah menggunakan helm selanjutnya dipraktikkan tata cara membonceng dan dibonceng yang benar.

“Pertama, gunakan helm berlogo SNI dulu yang  baik dan benar sampai bunyi klik. Pastikan juga ada dua spion. Setiap hari pagi, siang, malam lampu tetap on (menyala). Kemudian, jangan lupa kaki nempel pada foot step (pijakan kaki),” terangnya.

Adik-adik, sambungnya, tidak boleh terlena, harus pegangan pada orang tua sebagai upaya supaya tidak terjadi kecelakaan. “Kaki juga harus nempel tidak boleh nggantung.” urainya di depan peserta upacara yang terdiri atas siswa kelas IV, V dan VI.

Selanjutnya, klakson dibunyikan sebagai aba-aba atraksi dimulai. Polisi dan waka kemudian mulai mempraktikkan safety riding.

Darwoyo menambahkan, kita harus konsentrasi dan menjaga jarak aman serta orang yang dibonceng pun juga wajib menggunakan helm.

“Baik yg dibonceng maupun yang membonceng wajib menggunakan helm ber SNI. Kita harus berani mengingatkan ke teman-teman maupun orang tua untuk menggunakan helm,” imbuhnya.

Selain demonstrasi safety riding, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan tim Polisi Cilik (Pocil) dan tim Paduan Suara (Padus) SD Mugeb.

Penampilan tim Pocil yang meraih Best Costume II di ajang Pemilihan Pocil Jawa Timur tahun 2019 ini mendapat sambutan meriah dari semua peserta upacara.

Darwoyo berpesan agar tim PKS SD Mugeb selalu amanah. “Sudah dilantik, jadi harus punya tugas dan tanggung jawab menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” pesannya. Dia juga meminta untuk membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan. (*)

Kontributor Kaiisnawati. Editor Mohammad Nurfatoni.